Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label ARTIKEL

Membendung Pengaruh Islamic State

Oleh: Ahmad Zaini Beberapa bulan belakangan ini lagi santer diberitakan mengenai aksi Islamic state (IS) atau juga disebut Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Meskipun pusat  gerakannya ada di Timur Tengah tepatnya  di Irak, akan tetapi  pengaruhnya telah menarik banyak simpatisan di berbagai belahan dunia. Pucuk pimpinan IS sendiri diduduki oleh Abu Bakar Al Bagdadi yang mengangkat dirinya sebagai khalifah serta menjadikan wilayah Irak dan Suriah sebagai negara Islam. Lebih lanjut Al Bagdadi ini memerintahkan agar semua umat Islam di dunia ini mematuhinya. Apakah ini termasuk nafsu berkuasa?  IS sendiri mengklaim ingin mendirikan Daulah Islamiyah membentang mulai dari Asia Selatan, Asia Tengah, Timur Tengah, Afrika Utara, sampai sebagian wilayah benua biru, Eropa. Target serangan IS diarahkan terutama terhadap Muslim Syiah dan Kristen. IS sendiri memnyebarkan ideologinya melalui internet, termasuk Sosial Media. Paham yang menghendaki pendirian negar...

Lebaran Ala Rasulullah SAW

Sumber Image : http://fh.uisu.ac.id/ Idul Fithri adalah anugerah Allah kepada umat Nabi Muhammad, tak salah bila disambut dengan suka cita. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Annas RA. “Rasulullah SAW datang, dan penduduk Madinah memiliki dua hari, mereka gunakan dua hari itu untuk bermain di masa Jahiliyah. Lalu beliau berkata, ‘Aku telah mendatangi kalian dan kalian memiliki dua hari yang kalian gunakan untuk bermain di masa Jahiliyah. Sungguh Allah telah menggantikan untuk kalian dua hari yang lebih baik dari itu, yaitu hari Nahr (‘Idul Adha) dan hari Fithr (‘Idul Fithri)’.”   Hanya saja dalam kegembiraan ini jangan sampai berlebih-lebihan, baik itu dalam berpakaian, berdandan, makan, tertawa. Dan di malam Hari Raya ‘Idul Fithri pun, kita hendaknya tidak terlarut dalam kegembiraan sehingga kita lupa untuk menghidupkan malam kita dengan qiyamul lail. Bukankan kita sudah dilatih untuk menghidupkan malam-malam kita dengan Tarawih selama ...

Salam Damai Sambut Pemimpin Baru

Oleh : Rif'ul Mazid Maulana , 22 Juli, menjadi hari yang dinatikan masyarakat Indonesia. Pasalnya, negara dengan penduduk terbesar ke dua di dunia ini akan mengetahui pemimpin barunya. Pemilihan Presiden pada tahun ini menimbulkan polemik yang cukup panjang. Salah satunya dengan hasil hitung cepat ( Quick Count ) yang berbeda-beda. Hasil hitung cepat yang selama ini dijadikan pembanding real count KPU dan indikator pemenang pemilu, pada tahun ini tidak dapat memberikan gambaran yang kredibel kepada masyarakat. Masalahnya ada dua kubu yang sama-sama mengaku menang berdasarkan hasil quick count- nya masing-masing. Parahnya lagi, kedua pasang calon presiden juga telah mendeklarasikan kemenangannya.  Hal ini menjadi titik awal kebingungan masyarakat Indonesia dalam mengetahui pemimpinnya seperti pemilu-pemilu sebelumnya. Berbagai hal diupayakan masing-masing tim kemenangan untuk mengawal berjalannya penghitungan secara langsung oleh KPU, salah satunya dengan mengawal suara da...

Kapan Lailatul Qodar Datang?

Sunat pula mengerjakan ibadah tersebut pada bulan ramadan sepuluh hari yang akhir, karena mengharap bertepatan dengan lailatul qodar, yakni malam kepastian hukum Allah atau malam kemuliaan. “ Beramal ibadah pada malam itu lebih baik daripada 1000 bulan yang tidak bertepatan dengan lailatul qodar ” Lailatul qodar menurut kami (Imam syafi’i) hanya ada pada bulan ramadhan. Maka yang paling dapat diharapkan (Bertepatan dengan malam lailatul qodar) ialah pada malam ganjilnya. Menurut imam syafi’i malam ganjil yang paling bisa di harapkan adalah malam ke dua puluh satu dan kedua puluh tiga. Imam nawawi dan lainnya telah memilih bahwa (Lailatul qodar itu) berpindah-pindah. Menurut penelitian Imam Ghozali adalah sebagai berikut : 1. Kalau puasa dimulai hari ahad atau rabu, maka lailatul qodar jatuh pada malam tanggal 29 ramadhan 2. Kalau puasa dimulai hari senin, maka lailatul qodar jatuh pada malam tanggal 21 ramadan 3. Kalau puasa dimulai hari selasa atau jumat mak...

Meninjau (lagi) Organisasi Kemahasiswaan

OPINI-Express, Volume XII No.8/5 Juni 2014 Oleh : Rif’ul Mazid Maulana Pemahaman arti penting keikutsertaan mahasiswa dalam berbagai organisasi kemahasiswaan (ornawa) menjadi pembahasan awal yang perlu diprioritaskan. Ada anggapan bahwa berorganisasi berarti berdemonstrasi. Ada pula anggapan berorganisasi tidak lebih dari sekadar menghabiskan sebagian waktu, energi bahkan hanya sekadar ajang mencari kawan (atau jodoh?) Lalu, benarkan demikian? Ornawa semestinya berperan dalam peningkatan kesadaran mahasiswa terhadap lingkungan masyarakat, bangsa, dan negara.

Bahasa Jawa Diambang Kepunahan?

Oleh: Rif’ul Mazid Maulana Bahasa merupakan sarana komunikasi antarumat manusia dimuka bumi. Sudah pasti setiap negara, daerah bahkan suku di dunia ini mempunyai bahasa yang berbeda-beda, antara lain adalah bahasa Jawa. Bahasa Jawa merupakan alat komunikasi lokal yang telah mendarah daging pada masyarakat suku Jawa di Indonesia. Bahasa berlogat lemah lembut tersebut telah menjadi satu ikon yang tidak pernah dapat dipisahkan dari masyarakat Indonesia yang tinggal di Pulau Jawa. Dengan semakin meningkatnya kualitas pendidikan serta perkembangan zaman justru mengubah paradigma masyarakat Jawa mengenai bahasa daerahnya. Karena mereka menganggap Bahasa Jawa hanya sebagai alat komunikasi orang bawahan yang tidak berintelek.

Lunturnya Bahasa Indonesia

Oleh Rif’ul Mazid Maulana Sumber : (Suaramerdeka.com) Perkembangan Bahasa Indonesia akhir-akhir ini sangat memprihatinkan. Hal itu dikarenakan semakin tidak pedulinya generasi muda terhadap bahasa persatuan. Banyak generasi penerus bangsa tidak mengerti ejaan yang tepat serta ketatabahasaan yang baik, sehingga Bahasa Indonesia terkesan menjadi bahasa rancu. Pada awalnya masyarakat Indonesia lebih sering menggunakan dialek lokal sebagai alat komunikasi. Namun dengan semakin luasnya kebutuhan manusia dan menuntut berinteraksi dengan masyarakat di lain daerah yang mempunyai dialek lokal berbeda-beda, maka diperlukan bahasa untuk mempersatukan pluralisme bahasa di Nusantara. Sebelum Bahasa Indonesia diresmikan sebagai bahasa pemersatu, banyak tokoh negara yang mengusulkan bahasa Jawa sebagai bahasa persatuan. Bahasa Jawa mempunyai tatanan dan perbendaharaan kata yang lebih indah dan lugas. Namun karena suku bangsa di Indonesia tidak hanya dari suku Jawa, sehingga hal itu tidak dit...

Sejarah Desa Troso

Sejarah Desa Troso tidak dapat di pisahkan dari peristiwa peperangan antara Sultan Hadirin dengan Arya Penangsang yang terjadi di sebuah daerah di Kabupaten Kudus. Pada peperangan tersebut Sultan Hadirin terbunuh oleh Arya Panangsang. Sultan Hadirin merupakan suami dari Ratu Kaliyamat adipati Jepara. Selanjutnya, jenazah Sultan Hadirin dibawa dari Kudus ke Jepara dengan cara dipikul oleh orang (Pengikutnya). Singkat cerita, ketika para pemikul jenazah sampai di suatu tempat, mereka telah menghirup bau yang busuk, dalam bahasa jawa berarti “Purwo” yang berarti permulaan dan “Gondo” yang berarti bau busuk. Sehingga daerah tersebut sekarang di beri nama Desa Purwogondo. Sesampainya di Pecangaan para pemikul jenazah tersebut sudah sangat lelah, namun karena itu menjadi suatu pengabdian kepada Pupundennya (Orang yang sangat di hormati) hal tersebut tetap di laksanakan.

Generasi Penerus Bangsa, Harus Berkomitmen

Oleh : Rif’ul Mazid Maulana Pemuda merupakan elemen terpenting yang tidak dapat di pisahkan dengan keberlangsungan suatu bangsa. Bangsa yang memiliki pemuda yang cerdas, peduli dan berkomitmen terhadap bangsanya maka sudah pasti negera tersebut akan menjadi negara yang maju. Pembentukan pemuda yang baik, cerdas dan berbudaya membutuhkan usaha-usaha yang nyata. Seperti pemberian pendidikan kewarganegaraan, pendidikan kerohanian hingga pendidikan karakter. Sehingga akan membentuk jiwa pemuda yang tangguh dan siap menghadapi persaingan dengan negara-negara lain di era global nanti. Akhir-akhir ini cintra pemuda Indonesia sebagai kaum berpendidikan sudah mulai luntur. Hal tersebut terbukti dengan semakin maraknya tawuran antar pelajar, kenakalan remaja, narkoba hingga yang paling mengejutkan baru-baru ini adalah terbongkarnya sindikat teroris yang melibatkan pemuda Indonesia. Sungguh ini menjadi tamparan yang keras bagi kita untuk mengembalikan citra pemuda seperti masa kemerdekaa...

Tahun Baru sebagai Momentum Memperbaiki Diri

KH Nur Ahmad MA Rohim saat memberikan Tausyiah (Tausyiah KH Nurahmat MA Rohim, S.Ag) Sekarang kita telah berhijrah dari tahun 1433 H ke 1434 H. perubahan tersebut tidak hanya dapat kita maknai sebagai hukum alam, bahwa waktu akan terus berputar, hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun. Semua itu tidak dapat terulang kembali. Sehingga dalam rangka menyambut datangnya tahun baru 1434 H, perlu kita evaluasi diri kita baik secara kemasyarakatan maupun keimanan. Kata Hijrah dapat kita maknai sebagai perpindahan atau pindah. Yang berarti kita telah berpindah dari suatu hal ke hal lainnya. Dalam sejarah ke Rosulan, nabi Muhammad SAW pada masanya telah berhijrah dari Makah menuju Madinah. Hijrah tersebut tidak terlepas dari perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam memperbaiki Taulid dan meyebarkan agama Allah kepada masyarakat Madinah. Langkah yang dilakukan Nabi Muhammad SAW tersebut sedikit membuahkan hasil yang gemilang dibandingkan dengan sebelumnya.

Membaca itu Menyenangkan

Oleh : Rif'ul Mazid Maulana Membaca merupakan suatu kegiatan untuk memperkaya hasanah keilmuan, namun bagi sebagian orang membaca terkadang menjadi sebuah hal yang membosankan. tapi apabila kita mengerti tehnik membaca yang benar maka kegiatan membaca akan menjadi suatu kegiatan yang mengasyikkan, bisa juga menjadi sarana untuk berlibur. Yang menjadi sebuah pertanyaan sekarang adalah bagaimana tehnik membaca yang baik dan benr itu?, nah sekarang mari kita simak tips membaca yang menyenangkan. Bahan Bacaan Menarik Kita sebaiknya harus selektif apabila mencari bahan bacaan. Buku yang kita baca seharusnya menarik, menarik dalam hal ini bukan berarti sampulnya warna-warni ataupun banyak gambar yang lucu, tapi menarik disini adalah sesuai dengan kesukaan atau isi hati kita. Apabila kita melihat suatu bahan bacaan hanya karena ketenarannya namun tidak sesuai dengan isi hati kita, maka kita sebentar akan jenuh dan bosan.

Tahun Baru sebagai Momentum Memperbaiki Diri

(Tausyiah KH Nurahmat MA Rohim, S.Ag) Sekarang kita telah berhijrah dari tahun 1433 H ke 1434 H. perubahan tersebut tidak hanya dapat kita maknai sebagai hukum alam, bahwa waktu akan terus berputar, hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun. Semua itu tidak dapat terulang kembali. Sehingga dalam rangka menyambut datangnya tahun baru 1434 H, perlu kita evaluasi diri kita baik secara kemasyarakatan maupun keimanan. Kata Hijrah dapat kita maknai sebagai perpindahan atau pindah. Yang berarti kita telah berpindah dari suatu hal ke hal lainnya. Dalam sejarah ke Rosulan, nabi Muhammad SAW pada masanya telah berhijrah dari Makah menuju Madinah. Hijrah tersebut tidak terlepas dari perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam memperbaiki Taulid dan meyebarkan agama Allah kepada masyarakat Madinah. Langkah yang dilakukan Nabi Muhammad SAW tersebut sedikit membuahkan hasil yang gemilang dibandingkan dengan sebelumnya. Selain itu masih banyak lagi makna Hijrah yang dapat kita telusur...

Jangan Salah Pilih Pendidikan

Narasumber : H. Ahmad Badruddin, Lc (Alumnus Universitas Al-Azhar Kairo Mesir) (Sur’ah, 01 Th 2011)-Pendidikan merupakan suatu proses untuk meningkatkan kualitas diri seseorang. Tidak hanya kaum bangsawan yang berhak untuk mengenyam pendidikan namun kalangan bawah pun mempunyai hak yang sama, untuk mendapatkan pendidikan dan tanpa ada diskriminasi. Pada era globalisasi sekarang ini telah terjadi percampuran budaya yang secara mudah memasuki dan mempengaruhi budaya yang kita miliki. Tidak jarang budaya luar yang masuk tidak sesuai dengan norma-norma yang ada. Bagi seorang muslim kita harus pandai memilih peradaban budaya yang sesuai dengan jati diri kita. Begitu pula dengan hal pendidikan, pada  zaman modern seperti ini, kita tidak hanya harus menguasai ilmu pengetahuan umum dan teknologi saja. Namun juga dituntut untuk membekali diri dengan pendidikan akhlak atau karakter.

Nikmatnya Horok-Horok Jepara

Nikmatnya Horok-horok Jepara Horok-horok merupakan makanan yang sudah tidak asing lagi di lidah masyarakat Jepara. Karena makanan itu tergolong, makanan yang murah meriah dan dapat ditemui diberbagai pedagang makanan, pasar-pasar hingga kios pinggir jalanan yang ada di Kabupaten Jepara. Namun horok-horok sulit di dapatkan di luar Jepara. Horok-horok adalah makanan ringan yang terbuat dari tepung pohon aren. Horok-horok umumnya dimakan dengan Sate Kikil, soto, bakso, gulai, dan sayur pecel. Selain itu dapat juga dimakan dengan diberi santan dan sedikit gula pasir, seperti bubur. (Wikipedia Indonesia) Selain itu horok-horok juga dapat dimakan bersama dengan sirup ataupun air gula. Sehingga manfaat horok-horok sangat banyak untuk di kombinasikan dengan berbagai makanan. Selain itu, horok-horok juga dapat di makan sendiri tanpa disandingkan dengan makanan lain. Cara membuat horok-horok adalah dengan tepung yang terbuat dari pohon aren. Metode mengambilnya menggunakan sisir rambut. Bentukn...

Nikmatnya Horok-horok Jepara

Horok-horok merupakan makanan yang sudah tidak asing lagi di lidah masyarakat Jepara. Karena makanan itu tergolong, makanan yang murah meriah dan dapat ditemui diberbagai pedagang makanan, pasar-pasar hingga kios pinggir jalanan yang ada di Kabupaten Jepara. Namun horok-horok sulit di dapatkan di luar Jepara. Horok-horok adalah makanan ringan yang terbuat dari tepung pohon aren. Horok-horok umumnya dimakan dengan Sate Kikil, soto, bakso, gulai, dan sayur pecel. Selain itu dapat juga dimakan dengan diberi santan dan sedikit gula pasir, seperti bubur. (Wikipedia Indonesia) Selain itu horok-horok juga dapat dimakan bersama dengan sirup ataupun air gula. Sehingga manfaat horok-horok sangat banyak untuk di kombinasikan dengan berbagai makanan. Selain itu, horok-horok juga dapat di makan sendiri tanpa disandingkan dengan makanan lain.

Terganjal Biaya Kuliah, Berharap Beasiswa

Jepara -Satpam biasanya memiliki kepribadian yang tegas, berwibawa dan keras. Namun berbeda dengan Angga Alimudin, satpam di Madrasah Aliyah Walisongo Pecangaan ini.  Dia memiliki sifat yang ramah dan mudah bergaul dengan semua siswa siswi di MA Walisongo. Sehari-hari selain berprofesi menjadi satpam, dia selalu meyempatkan waktunya untuk membuat lukisan. Benar saja, cowok kelahiran Jepara 17 Agustus 1992 tersebut mempunyai hobi melukis. Saat di jumpai oleh wartawan di pos jaganya, pada selasa (29/05) lalu. Terlihat angga sedang serius membuat sebuah lukisan. Dia mengatakan sering memanfaatkan waktu luangnya untuk melukis.  “Menjadi satpam merupakan profesi yang membosankan karena hanya menunggu, sehingga saya manfaatkan untuk berkreasi agar tidak jenuh,” katanya. Dia mengaku tidak menginginkan menjadi satpam namun karena tidak dapat melanjutkan keperguruan tinggi sehingga ia memilih tawaran dari guru-gurunya.  “Tahun lalu aku baru lulus dari MA Walisongo, sebenarnya saya...

Eksistensi Pendidikan Islam Di Era Globalisasi

Pada hakikatnya pendidikan merupakan suatu proses untuk mengembangkan potensi, kecerdasan, kepribadian dan ketrampilan menuju manusia yang mandiri. Kepala MA Walisongo Pecangaan Bapak H. muwassaun ni’am, S.Ag mengartikan pendidikan islam itu adalah suatu proses untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan seseorang kepada allah SWT. “Pendidikan merupakan proses untuk menjadikan seseorang yang awalnya kurang baik menjadi baik, yang awalnya kurang taan menjadi taat,” ungkapnya. Peryataan demikian juga diungkapkan oleh Dr. Mashudi, M.Ag. menurutnya, pendidikan islam itu adalah suatu metode pembelajaran yang mempunyai roh keislaman. Maksudnya, pendidikan tersebut didasarkan pada nilai-nilai syari’at agama islam. Beliau menambahkan bahwa suatu pendidikan harus mencangkup tiga ranah yaitu, kognitif (proses berfikir), afektif (bersikap), psikomotorik (ketrampilan). Memperoleh pendidikan serta mengikuti perkembangan zaman merupakan hal yang penting, agar kita sebagai generasi mudatidak ketinggala...

Bahasa Jawa Diambang Kepunahan?

Oleh: Rif’ul Mazid Maulana Bahasa merupakan sarana komunikasi antarumat manusia dimuka bumi. Sudah pasti setiap negara, daerah bahkan suku di dunia ini mempunyai bahasa yang berbeda-beda, antara lain adalah bahasa Jawa. Bahasa Jawa merupakan alat komunikasi lokal yang telah mendarah daging pada masyarakat suku Jawa di Indonesia. Bahasa berlogat lemah lembut tersebut telah menjadi satu ikon yang tidak pernah dapat dipisahkan dari masyarakat Indonesia yang tinggal di Pulau Jawa. Dengan semakin meningkatnya kualitas pendidikan serta perkembangan zaman justru mengubah paradigma masyarakat Jawa mengenai bahasa daerahnya. Karena mereka menganggap Bahasa Jawa hanya sebagai alat komunikasi orang bawahan yang tidak berintelek. Orang tua sekarang lebih senang dan bangga apabila melihat anaknya berkomunikasi menggunakan Bahasa Indonesia atau Inggris. Selain itu, dengan adanya Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) yang dalam pembelajarannya menggunakan Bahasa Inggris juga semakin membut...

Tiada Hari Tanpa Kreasi

Gambar : Document Penerbit Seni memang beragam dan dapat pula diekspresikan dengan bentuk yang beragam pula. Salah satunya adalah seni lukis yang ditekuni oleh anak kelima dari tujuh bersaudara pasangan bapak Kasmadi (Alm) dan Siti Haryati. Dialah pemilik nama Angga Alimudin, yang teman-teman biasa menyapanya Angga. Bakat untuk menjadi seorang pelukis sudah tampak pada dirinya ketika masih duduk dibangku Sekolah Dasar. Namun, anak yang pendiam dan pandai bergaul tersebut baru mulai serius menekuni dunia lukis saat bersekolah di MA Walisongo Pecangaan. Dengan diasahnya potensi seni yang ada pada dirinya sehingga menjadikan Angga semakin giat dan sungguh-sungguh mendalami dunia seni lukis. Selain itu juga dapat membuatnya menjadi delegasi dalam berbagai kejuaraan seni lukis. Cowok kelahiran Jepara 17 Agustus 1992 tersebut, mengaku tertarik pada dunia seni lukis karena keunikan dan keindahannya. Dia menganggap bahwa seni lukis adalah seni yang mengandung banyak filosofi (makna). Pada mula...

Saksi, Pusat Galeri Seni

Gambar : Document Penerbit (Sur’ah, 01 Th 2011)- Saksi, begitulah bacaan tulisan yang terpampang pada salah satu ruangan di MA Walisongo Pecangaan. Tempat yang ukurannya tidak terlalu besar ini hanyalah ruangan kelas pada umumnya. Namun yang membedakan ruangan ini dengan tempat lain adalah keadaan didalamnya. Tempat yang berukuran 8,5 x 7 meter ini, terdapat berbagai koleksi hasil karya seni siswa-siswi. Ruangan ini, juga dilengkapi fasilitas dan perlengkapan mengukir, melukis maupun membuat kerajinan-kerajinan lain. Marjoko, guru mata pelajaran kesenian mengatakan bahwa sanggar kretivitas siswa ini didirikan tahun 2009. Tempat ini awalnya dialokasikan sebagai tempat praktik pelajaran kesenian dan ketrampilan. Seiring dengan banyaknya hasil karya yang diciptakan siswa sekarang juga difungsikan sebagai galeri seni. “Ditempat itu siswa-siswi dapat memacu kretifitas dengan bebas. Kebebasan dalam berkreativitas itu diharapkan dapat menciptakan hal-hal yang kreatif, inovatif dan unik,” kata...