Langsung ke konten utama

LP Ma’arif Jepara Adakan Seleksi Atlit

Seleksi Pada Cabang Sepak Takraw
Jepara-Guna mempersiapkan atlit yang akan dipertandingkan pada Porseni tingkat Jawa Tengah, Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Kabupaten Jepara menggelar seleksi pada Ahad (22/04). Kegiatan tersebut dipusatkan di Madrasah Aliyah Matholibul Huda Mlonggo, Jepara.

Drs H Mutohhar MM, Ketua panitia seleksi tersebut mengatakan bahwa panitia mengadakan dua macam seleksi yaitu secara administrasi dan secara langsung.

“Secara administrasi peserta kami seleksi berdasarkan prestasi akademik dan non akademik yang dibuktikan dengan piagam penghargaan dan nilai raport.” Katanya.


Macam lomba yang akan diikuti oleh kontigen Jepara antara lain adalah pencak silat wiraloka “Pagar Nusa”, pencak silat tanding, MTQ, Cerdas Cermat Aswaja (CCA), kaligrafi, puisi religi, pidato bahasa Inggris, pidato bahasa Arab, MHQ, olimpiade biologi, fisika, kimia dan metematika, bola Volly, lari sprint 100 m, tenis meja, bulu tangkis, sepak takraw dan reportase kegiatan.

“Dari 19 cabang lomba tersebut kami telah malakukan seleksi administrasi pada 12 cabang lomba, sehingga kami hanya kurang mempertandingkan 7 cabang lomba lagi,” ungkap Mutohhar saat di temui disela-sela kegiatan.

Beliau menjelaskan bahwa sekitar 141 peserta merebutkan 7 lomba pada seleksi secara langsung tersebut. Diantaranya adalah lomba bola Volly (27 Pa, 11 Pi), lari sprint 100 m (17 Pa, 10 Pi), tenis meja (16 Pa, 10 Pi), bulu tangkis (12 Pa), sepak takraw (19 Pa), reportase kegiatan (8 Pa, 9 Pi) dan final olimpiade matematika (2 Pa).

“Setelah nanti kami mendapatkan atlit-atlit yang benar-benar unggul kemudian nanti akan kami bina agar dapat membawa nama baik Kabupaten Jepara di tingkat Provinsi.” Katanya.
Suportivitas

Drs Sugiwanto MM, ketua KKMA 02 Jepara mengharapkan kepada semua peserta untuk dapat menjaga suportivitas. “Kami berharap kepada semua peserta untuk menjaga kerukunan, suportivitas dan keharmonisan agar tujuan panitia untuk mendapatkan atlit yang berkompeten dan berbakat dapat tercapai,” harapnya.

Beliau juga menghimbau kepada semua panitia dan juri untuk lebih obyektif. “Panitia dan juri harus adil dan obyektif jangan ada dikriminasi dan ketidak adilan karena perlombaan ini merupakan sarana pembelajaran secara tidak langsung,” himbaunya. (Rif’ul Mazid Maulana)

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Desa Troso

Sejarah Desa Troso tidak dapat di pisahkan dari peristiwa peperangan antara Sultan Hadirin dengan Arya Penangsang yang terjadi di sebuah daerah di Kabupaten Kudus. Pada peperangan tersebut Sultan Hadirin terbunuh oleh Arya Panangsang. Sultan Hadirin merupakan suami dari Ratu Kaliyamat adipati Jepara. Selanjutnya, jenazah Sultan Hadirin dibawa dari Kudus ke Jepara dengan cara dipikul oleh orang (Pengikutnya). Singkat cerita, ketika para pemikul jenazah sampai di suatu tempat, mereka telah menghirup bau yang busuk, dalam bahasa jawa berarti “Purwo” yang berarti permulaan dan “Gondo” yang berarti bau busuk. Sehingga daerah tersebut sekarang di beri nama Desa Purwogondo. Sesampainya di Pecangaan para pemikul jenazah tersebut sudah sangat lelah, namun karena itu menjadi suatu pengabdian kepada Pupundennya (Orang yang sangat di hormati) hal tersebut tetap di laksanakan.

Hakim Harus Berpihak Pada Kelestarian Pegunungan Kendeng. Kenapa?

Puluhan perempuan warga Rembang berkebaya, bersama dengan puluhan mahasiswa dari Universitas Semarang, Universitas Diponegoro dan Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang serta aliansi mahasiswa di Semarang dan Yogyakarta melakukan aksi dari Museum Ronggowarsito ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis (02/04/2015). Sambil membawa spanduk bertuliskan “Jawa Krisis Air dan Jawa Tengah Darurat Tambang”, mereka melakukan aksi di depan PTUN, menolak pendirian pabrik dan penambangan PT. Semen Indonesia, bertepatan dengan lanjutan sidang gugatan warga Rembang kepada Gubernur Jawa Tengah yang memberikan ijin lingkungan untuk penambangan kepada PT Semen Gresik (Persero) Tbk, sekarang PT Semen Indonesia. Warga Rembang dan koalisi mahasiswa melakukan aksi menyuarakan bahwa Jawa Tengah darurat tambang dan penolakan pertambangan PT Semen Indonesia di kawasan Pegunungan Kendeng, Rembang, Jawa Tengah. Foto : Tommy Apriando Warga Rembang dan koalisi mahasiswa ...

Alissa Wahid, Tolak Semen Rembang

Penolakan pembangunan pabrik semen kini datang dari berbagai tokoh nasional, salah satunya dari Alissa Wahid. Putri sulung mendiang mantan Presiden Republik Indonesia KH Abdurrohman Wahid tersebut dalam akun twitternya (@AlissaWahid) secara tidak langsung menyatakan sikap penolakannya terhadap penambangan tersebut yang meresahkan warga Rembang. "when the rich rob the poor, they call it: business. when the poor fight back, they call it: violence." Ketika kelompok kaya merampok miskin, mereka menyebutnya suatu bisnis, Ketika orang miskin melawan, mereka menyebutnya kekerasan.(Red) Permainan kaum kapitalisme belakangan ini memang sangat mengkhawatirkan. Penindasan dan perebutan kekuasaan kepada kaum miskin terus menerus dilakukan. Mereka menganggaap bahwa apa yang mereka lakukan tidak salah, karena telah berlandaskan hukum negara yang ada namun perlu kita ketahui bahwa kita juga memiliki hati dan perasaan untuk mempertimbangkan segala keputusan yang kita ambil, bukan h...