Langsung ke konten utama

Widya Tamtama Berencana Gelar Lomba Galang IV

Jepara-Alumni pramuka Madrasah Aliyah Walisongo Pecangaan yang tergabung dalam Widya Tamtama berencana mengadakan Lomba Galang IV. Kegiatan rutin tiap dua tahunan tersebut rencananya akan digelar pada bulan Juni nanti.

Muhammad Muftil Umam, ketua panitia Lomba Galang IV mengatakan bahwa Widya Tammtama sekarang baru mempersiakan administrasi lomba serta pembentukan kepanitiaan yang solid.

“Kami sekarang baru mempersiapkan administrasi perlombaan sebelum didistribusikan ke SMP/MTs se-Kabupaten Jepara, serta membentuk panitia,” ungkap Muftil Umam saat mengisi rapat panitia Lomba Galang IV, Selasa (10/04)

Umam, menjelaskan bahwa teknis Lomba Galang IV tidak jauh berbeda dari Lomba Galang sebelumnya. “Secara umum tidak ada yang mendasar dari Lomba Galang IV ini, hanay ada beberapa lomba yang dihilangkan serta ditambah,” jelasnya.

Lomba yang dihilangkan pada Lomba Galang IV tersebut salah satunya adalah lomba senam pramuka. “Belum semua SMP/MTs di Jepara bisa untuk senam pramuka, sehingga untuk menghindari perlombaan yang tidak sehat panitia berinisiatif untuk meniadakan,” tambah Umam.

Dia mengharapkan kepada semua SMP/MTs untuk dapat ikut andil dalam Lomba Galang IV tersebut. “Ini adalah sarana untuk memajukan kepramukaan di  Jepara, sehingga kami berharap semua SMP/MTs sederajat di  Jepara untuk ikut ambil dalam mendulang prestasi di bidang kepramukaan,” harapnya. (Rif’ul Mazid Maulana)

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Desa Troso

Sejarah Desa Troso tidak dapat di pisahkan dari peristiwa peperangan antara Sultan Hadirin dengan Arya Penangsang yang terjadi di sebuah daerah di Kabupaten Kudus. Pada peperangan tersebut Sultan Hadirin terbunuh oleh Arya Panangsang. Sultan Hadirin merupakan suami dari Ratu Kaliyamat adipati Jepara. Selanjutnya, jenazah Sultan Hadirin dibawa dari Kudus ke Jepara dengan cara dipikul oleh orang (Pengikutnya). Singkat cerita, ketika para pemikul jenazah sampai di suatu tempat, mereka telah menghirup bau yang busuk, dalam bahasa jawa berarti “Purwo” yang berarti permulaan dan “Gondo” yang berarti bau busuk. Sehingga daerah tersebut sekarang di beri nama Desa Purwogondo. Sesampainya di Pecangaan para pemikul jenazah tersebut sudah sangat lelah, namun karena itu menjadi suatu pengabdian kepada Pupundennya (Orang yang sangat di hormati) hal tersebut tetap di laksanakan.

Hakim Harus Berpihak Pada Kelestarian Pegunungan Kendeng. Kenapa?

Puluhan perempuan warga Rembang berkebaya, bersama dengan puluhan mahasiswa dari Universitas Semarang, Universitas Diponegoro dan Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang serta aliansi mahasiswa di Semarang dan Yogyakarta melakukan aksi dari Museum Ronggowarsito ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis (02/04/2015). Sambil membawa spanduk bertuliskan “Jawa Krisis Air dan Jawa Tengah Darurat Tambang”, mereka melakukan aksi di depan PTUN, menolak pendirian pabrik dan penambangan PT. Semen Indonesia, bertepatan dengan lanjutan sidang gugatan warga Rembang kepada Gubernur Jawa Tengah yang memberikan ijin lingkungan untuk penambangan kepada PT Semen Gresik (Persero) Tbk, sekarang PT Semen Indonesia. Warga Rembang dan koalisi mahasiswa melakukan aksi menyuarakan bahwa Jawa Tengah darurat tambang dan penolakan pertambangan PT Semen Indonesia di kawasan Pegunungan Kendeng, Rembang, Jawa Tengah. Foto : Tommy Apriando Warga Rembang dan koalisi mahasiswa ...

Gus Mus: Media Online Dikuasai Orang Tak Paham Agama

Musthofa Bisri (Gus Mus) Semarang -- Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuh Tholibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah, Ahmad Mustofa Bisri, mengaku resah atas peredaran informasi tentang persoalan-persoalan agama yang tersiar di media-media online. Tokoh Nahdlatul Ulama ini menyatakan saat ini teknologi informasi di media online dan media sosial justru dikuasai oleh kelompok-kelompok yang tak memahami dan menguasai agama secara mendalam. "Itu Masya Allah. Jadinya kacau semua," kata Mustofa Bisri dalam pengajian dalam rangka ulang tahun unit kegiatan mahasiswa di Kampus III Fakultas Syari'ah Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Senin malam, 30 Maret 2015. Gus Mus mencontohkan, begitu orang membuka mesin pencari di Internet seperti Google mengenai tanya jawab tentang hukum tertentu, maka yang pertama sekali muncul keluar justru dari orang-orang yang tidak jelas. Kata dia, banyak sekali situs-situs berisi agama Islam yang tidak memahami agama secara mendalam. ...