Langsung ke konten utama

Kelas XI IPA Juarai Lomba 5K Tahap 2

Kelas XI IPA Juara 1 Lomba 5K
Jepara-Kelas XI jurusan IPA juarai lomba 5K tahan 2 yang di adakan oleh Madrasah Aliyah Walisongo pada Kamis (29/03) lalu. XI IPA berhasil menempati peringkat pertama dengan perolehan nilai 7.710, disusul kelas XII IPA yang mendapatkan nilai 7.566.

Achmad Zainuddin, S.Kom, Wakil Kepala bagian Sarana Prasarana MA Walisongo Pecangaan mengatakan bahwa kelas XI IPA layak menjadi juara karena memenuhi kreteria lomba 5K. 

“Selain mempunyai design kelas yang baik,kelas XI IPA juga memenuhi kreteria lomba 5K sehingga patut untuk menjadi yang terbaik,” katanya.

Beliau mengharapkan kepada seluruh siswa kelas XI IPA untuk terus menjaga dan merawat kelasnya. “Kami berharap kelasnya selalu di rawat dan di jaga mulai dari kebersihan, keindahan dan kedisiplinan siswa jangan hanya baik pada saat lomba 5K saja.” Harap Zainuddin.

Muhammad Arif Budiman, Ketua kelas XI IPA mengaku tidak menyangka kalau kelasnya menjadi juara lomba 5K untuk yang kedua kalinya.

“Saya tidak menyangka akan mendapatkan juara pertama lagi, karena persaingan pada lomba kali ini sangatlah berat hampir semua kelas di MA Walisongo ini pantas untuk menjadi yang terbaik.” Akunya.
 
Budiman, mengungkapkan tidak ada persiapan khusus untuk menghadapi lomba 5K tahap 2 ini, hanya kebersihan dan kerapian kelas yang kami tingkatkan.

 “Untuk menghadapi lomba 5K tahap 2 ini kami tidak melaksanakan persiapan apapun hanya kebersihan dan kerapian kelas serta kedisplinan siswa yang kami tingkatkan saja,” ungkapnya.

Juara 1 lomba 5K tahap 2 tersebut mendapatkan uang pembinaan serta piagam penghargaan dari Madrasah. (Rif’ul Mazid Maulana)

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Desa Troso

Sejarah Desa Troso tidak dapat di pisahkan dari peristiwa peperangan antara Sultan Hadirin dengan Arya Penangsang yang terjadi di sebuah daerah di Kabupaten Kudus. Pada peperangan tersebut Sultan Hadirin terbunuh oleh Arya Panangsang. Sultan Hadirin merupakan suami dari Ratu Kaliyamat adipati Jepara. Selanjutnya, jenazah Sultan Hadirin dibawa dari Kudus ke Jepara dengan cara dipikul oleh orang (Pengikutnya). Singkat cerita, ketika para pemikul jenazah sampai di suatu tempat, mereka telah menghirup bau yang busuk, dalam bahasa jawa berarti “Purwo” yang berarti permulaan dan “Gondo” yang berarti bau busuk. Sehingga daerah tersebut sekarang di beri nama Desa Purwogondo. Sesampainya di Pecangaan para pemikul jenazah tersebut sudah sangat lelah, namun karena itu menjadi suatu pengabdian kepada Pupundennya (Orang yang sangat di hormati) hal tersebut tetap di laksanakan.

Pendidikan Islam Dulu Dan Kini

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Seorang pakar pendidikan Islam berdarah hadrami, al Habib Abu Bakar al Masyhur al Adni, Pendidikan Islam (Tarbiyah Islamiyah) adalah pendidikan dan peningkatan diri atas adab, akhlak, patuh akan syariat dan jauh akan larangannya. Mengikuti kata hati berdasarkan rasa tanggung jawab terhadap Dinnya serta rasa cinta pada Allah SWT. dan Rasulnya SAW. juga berkhidmat dengan cara yang benar pada umat sembari memasyarakatkan kebaikan dan menepis kehinaan dan kerendahan moral.  Pendidikan islam pada dasarnya merupakan suatu proses pengembangan tingkat kec...

Paskibra Siap Mental, Siap Fisik

Pecangaan-Anggota Pasukan Pengibar Bendera tahun ini harus siap mental fisik. Hal itulah yang di ungkapkan Pelda Sudadi anggota Koramil Kecamatan Pecangaan saat memandu latihan pemantapan Paskibra Kecamatan Pecangaan, hari Rabu, (15/08). Sudadi, mengatakan anggota Paskibra harus dapat mengatur waktu istirahat dengan baik agar saat pelaksanaan nanti kondisi kesehatan masih bisa stabil. “Anggota Paskibra harus bisa memanfaatkan waktu dengan baik, selain sekarang masih musim kemarau juga tepat pada bulan puasa,” Katanya. Beliau menjelaskan untuk memperkenalkan medan, dirinya mengajak anggota Paskibra untuk latihan setiap pagi langsung di lapangan. “Latihan pagi hari ini tujuannya adalah agar anggota Paskibra terbiasa dengan kondisi cuaca yang panas seperti ini karena pada saat pelaksanaan nanti kondisinya juga tidak jauh beda,” Jelasnya. Sudadi, menghimbau kepada seluruh peserta untuk tidak terlalu banyak main-main dan tidur malam. “Kami berharap semua peserta untuk dapat menja...