Langsung ke konten utama

Semarak Porseni IPNU-IPPNU Jepara

Kh Hariyanto, Saat memberikan sambutannya
Jepara - Guna mengembangkan potensi dan bakat pelajar Nahdlatul Ulama, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’ (IPPNU) Kabupaten Jepara menyelenggarakan Pekan Olahraga dan seni (Porseni), pada Ahad (30/10) di SMA Islam Jepara. Kegiatan tersebut diikuti oleh sebelas Pimpinan Anak Cabang (PAC) se Jepara.

Pada kegiatan Porseni tersebut di gelar berbagai ajang perlombaan, diantaranya adalah lomba design Web Blog, design logo Konfercab, film pendek, futsal, kerajinan flannel, catur dan MTQ.

Abdul Rohim, ketua panitia Porseni menjelaskan bahwa dalam Porseni tersebut ada beberapa jenis mata perlombaan yang baru seperti lomba design Web Blog dan Cipta Logo Konfercab.

“Pada Porseni ini kami meyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang sebelumnya tidak ada seperti lomba design Web Blog dan Cipta Logo Konfercab, hal tersebut mengambarkan bahwa IPNU-IPPNU terus mencoba untuk mengikuti perkembangan zaman,” jelasnya.

Santi Andriyani, Ketua PC IPPNU Jepara menuturkan bahwa Porseni pada tahun ini lebih dimeriahkan oleh lomba-lomba yang berbasis Tehnologi. “Pada era global sekarang ini hampir semua tehnologi dikuasai oleh bangsa barat, sehingga kami berharap dengan adanya kegiatan ini kedepan para pelajar NU dapat mengambil peran penting dalam perkembangan tehnologi,” tuturnya.

“Solidaritas dan sportivitas dari semua Pimpinan Anak Cabang yang mengikuti kegiatan tersebur sangat kami tunggu agar Porseni ini dapat berjalan dengan baik serta dapat menghasilkan para kader-keder yang berprestasi,” tambahnya

Kepala Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Kabupaten Jepara yang di wakili oleh H Hariyanto, S.Ag menjelaskan bahwa peningkatan keilmuan itu hal yang wajib agar kita dapat menjadi hamba allah yang bertaqwa.

“Mencari ilmu adalah hal yang wajib dalam agama kita, sehingga kita karus meningkatkannya agar dapat mengikuti perkembangan zaman yang begitu pesat sekarang ini,” ungkapnya.

Pada kegiatan Pekan Olahraga dan seni tersebut ahkirnya menetapkan Pimpinan Anak Cabang Bangsri sebagai juara umum dengan memperoleh sembilan poin, unggul satu poin dengan PAC Pecangaan. (Rif’ul Mazid Maulana)

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan Islam Dulu Dan Kini

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Seorang pakar pendidikan Islam berdarah hadrami, al Habib Abu Bakar al Masyhur al Adni, Pendidikan Islam (Tarbiyah Islamiyah) adalah pendidikan dan peningkatan diri atas adab, akhlak, patuh akan syariat dan jauh akan larangannya. Mengikuti kata hati berdasarkan rasa tanggung jawab terhadap Dinnya serta rasa cinta pada Allah SWT. dan Rasulnya SAW. juga berkhidmat dengan cara yang benar pada umat sembari memasyarakatkan kebaikan dan menepis kehinaan dan kerendahan moral.  Pendidikan islam pada dasarnya merupakan suatu proses pengembangan tingkat kec...

Sejarah Desa Troso

Sejarah Desa Troso tidak dapat di pisahkan dari peristiwa peperangan antara Sultan Hadirin dengan Arya Penangsang yang terjadi di sebuah daerah di Kabupaten Kudus. Pada peperangan tersebut Sultan Hadirin terbunuh oleh Arya Panangsang. Sultan Hadirin merupakan suami dari Ratu Kaliyamat adipati Jepara. Selanjutnya, jenazah Sultan Hadirin dibawa dari Kudus ke Jepara dengan cara dipikul oleh orang (Pengikutnya). Singkat cerita, ketika para pemikul jenazah sampai di suatu tempat, mereka telah menghirup bau yang busuk, dalam bahasa jawa berarti “Purwo” yang berarti permulaan dan “Gondo” yang berarti bau busuk. Sehingga daerah tersebut sekarang di beri nama Desa Purwogondo. Sesampainya di Pecangaan para pemikul jenazah tersebut sudah sangat lelah, namun karena itu menjadi suatu pengabdian kepada Pupundennya (Orang yang sangat di hormati) hal tersebut tetap di laksanakan.

Tiga Calon Rektor Unnes 2014-2018

Dari Kiri : Supriadi Rustad, Fathur Rokhman, Suwito Eko Pramono  Badan Pekerja Senat Universitas Negeri Semarang (Unnes) tetapkan tiga calon dari lima bakal calon rektor, Rabu (18/6). Tiga calon tersebut adalah Supriadi Rustad, Fathur Rokhman, dan Suwito Eko Pramono. Sebelumnya, telah ditetapkan lima bakal calon, kelimanya adalah Achmad Rifai RC (FIP), Fathur Rokhman  (FBS), Martitah (FH), Supriadi Rustad (FMIPA), dan Suwito Eko Pramono. Penetapan calon Rektor Unnes periode 2014-2018 tersebut diawali oleh pemaparan visi, misi dan tanggapan dari masing-masing bakal calon.