Langsung ke konten utama

MA Walisongo Pecangaan Sosialisasikan BSM

Madrasah Aliyah (MA) Walisongo Pecangaan mengadakan sosialisasi dan pendataan calon siswa penerima Beasiswa Siswa Miskin (BSM) tahun anggaran 2012, Kamis (06/10). Kegiatan yang dipusatkan di aula sekolah diikuti 111 siswa calon penerima BSM.

Pada kesempatan itu dijelaskan berbagai persyaratan untuk mendapatkan beasiswa, diantaranya penerima merupakan siswa sah MA Walisongo, tergolong berekonomi rendah, mempunyai prestasi akademik maupun non-akademik serta mempunyai perilaku yang baik.
Muhklisin, S.Pd, M.Sc, wakil kepala bagian kesiswaan mengatakan bahwa sosialisasi dan pendataan sangat penting dilaksanakan agar program beasiswa yang telah dicanangkan oleh pemerintah dapat berjalan dengan baik, transparan dan tepat sasaran.

“Setelah kami mendapatkan data yang pasti tentang berapa banyak siswa yang menjadi nominasi penerima BSM, kami juga akan melakukan penyeleksian sehingga siswa yang terpilih nantinya benar-benar siswa yang kurang mampu dan berprestasi,” ucapnya.

Muhklisin juga menjelaskan bahwa apabila pada tahap pemantauan nanti ditemukan siswa yang tidak memenuhi kriteria persyaratan siswa penerima BSM maka beasiswanya akan dicabut.

“Nanti kami akan melakukan survei kepada semua siswa calon penerima BSM, apabila ada siswa yang melakukan pelanggaran terhadap tata tertib madrasah dengan serius serta tidak dapat menunjukkan prestasi yang baik maka beasiswanya akan kami cabut,” jelasnya. (Rif’ul Mazid Maulana)

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan Islam Dulu Dan Kini

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Seorang pakar pendidikan Islam berdarah hadrami, al Habib Abu Bakar al Masyhur al Adni, Pendidikan Islam (Tarbiyah Islamiyah) adalah pendidikan dan peningkatan diri atas adab, akhlak, patuh akan syariat dan jauh akan larangannya. Mengikuti kata hati berdasarkan rasa tanggung jawab terhadap Dinnya serta rasa cinta pada Allah SWT. dan Rasulnya SAW. juga berkhidmat dengan cara yang benar pada umat sembari memasyarakatkan kebaikan dan menepis kehinaan dan kerendahan moral.  Pendidikan islam pada dasarnya merupakan suatu proses pengembangan tingkat kec...

Sejarah Desa Troso

Sejarah Desa Troso tidak dapat di pisahkan dari peristiwa peperangan antara Sultan Hadirin dengan Arya Penangsang yang terjadi di sebuah daerah di Kabupaten Kudus. Pada peperangan tersebut Sultan Hadirin terbunuh oleh Arya Panangsang. Sultan Hadirin merupakan suami dari Ratu Kaliyamat adipati Jepara. Selanjutnya, jenazah Sultan Hadirin dibawa dari Kudus ke Jepara dengan cara dipikul oleh orang (Pengikutnya). Singkat cerita, ketika para pemikul jenazah sampai di suatu tempat, mereka telah menghirup bau yang busuk, dalam bahasa jawa berarti “Purwo” yang berarti permulaan dan “Gondo” yang berarti bau busuk. Sehingga daerah tersebut sekarang di beri nama Desa Purwogondo. Sesampainya di Pecangaan para pemikul jenazah tersebut sudah sangat lelah, namun karena itu menjadi suatu pengabdian kepada Pupundennya (Orang yang sangat di hormati) hal tersebut tetap di laksanakan.

Tiga Calon Rektor Unnes 2014-2018

Dari Kiri : Supriadi Rustad, Fathur Rokhman, Suwito Eko Pramono  Badan Pekerja Senat Universitas Negeri Semarang (Unnes) tetapkan tiga calon dari lima bakal calon rektor, Rabu (18/6). Tiga calon tersebut adalah Supriadi Rustad, Fathur Rokhman, dan Suwito Eko Pramono. Sebelumnya, telah ditetapkan lima bakal calon, kelimanya adalah Achmad Rifai RC (FIP), Fathur Rokhman  (FBS), Martitah (FH), Supriadi Rustad (FMIPA), dan Suwito Eko Pramono. Penetapan calon Rektor Unnes periode 2014-2018 tersebut diawali oleh pemaparan visi, misi dan tanggapan dari masing-masing bakal calon.