Langsung ke konten utama

PC IPNU-IPPNU Jepara Adakan Diskusi Rutin

Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’ (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’ (IPPNU) Kabupaten Jepara menggelar kegiatan halal bihalal dan Diskusi, pada Ahad (02/10) di gedung NU Jepara. Narasumber pada kegiatan tersebut adalah KH Nuruddin Amin, S.Ag (Ketua PC NU Kabupaten Jepara).

Kegiatan yang di ikuti oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) se Jepara dan Alumni Latihan Dasar Kepemimpinan Pelajar dan Santri (LDKPS)  yang tergabung dalam komunitas Cikal NU tersebut, di awali dengan kegiatan ramah tamah dan halal bihalal. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi dengan tema strategi pelajar NU dalam mempertahankan Ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah.

Muhammad Muftil Umam, ketua IPNU cabang Jepara menuturkan bahwa kegiatan diskusi tersebut merupakan program nyata IPNU-IPPNU dalam menciptakan kader-kader yang baik dan dapat menghadapi persaingan global.

“Kaderisasi seharusnya tidak hanya memprioritaskan pada aspek kuantitas melainkan harus mengupayakan kualitas kader, sehingga dapat menghasilkan kader-keder yang berahklakul karimah dan berintelektual unggul,” tuturnya.

Kegiatan diskusi tersebut nantinya akan dilakukan setiap minggu, hingga mencapai puncaknya pada kegiatan Konferensi Cabang (Konfercab) pada tanggal 9-10 November nanti.

Muftil mengharap peran serta dari seluruh PAC yang ada di Jepara untuk mengikuti kegiatan tersebut. “Peran serta seluruh PAC dalam diskusi rutinan ini sangat kami nantikan karena  tujuan dari kegiatan ini adalah akan dihasilkannya suatu motivasi, semangat serta inovasi untuk memperbaiki Pimpinan Cabang dan menghidupkan beberapa PAC yang sudah tidak aktif,” harapnya.

KH Nuruddin Amin, S.Ag ketua PC NU Jepara mengatakan bahwa kegiatan diskusi tersebut dapat mengembleng mental dan pola pikir generasi muda NU sehingga dapat membentengi dirinya dari pengaruh radikalisme. “Masa muda merupakan masa dimana kita masih mengalami suatu fase pencarian jati diri, sehingga kegiatan-kegiatan seperti ini sangat penting di adakan agar kita dapat menyaring ajaran-ajaran islam yang salah,” ucapnya.

“Saya sangat mengapresiasi kepemimpinan Muftil ini karena diakhir jabatannya terjadi sebuah gairah keorganisasian, sehingga akan menjadikan IPNU-IPPNU di Jepara ini semakin berkembang dan menjadi lebih baik,” pungkasnya. (Rif'ul Mazid Maulana)

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan Islam Dulu Dan Kini

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Seorang pakar pendidikan Islam berdarah hadrami, al Habib Abu Bakar al Masyhur al Adni, Pendidikan Islam (Tarbiyah Islamiyah) adalah pendidikan dan peningkatan diri atas adab, akhlak, patuh akan syariat dan jauh akan larangannya. Mengikuti kata hati berdasarkan rasa tanggung jawab terhadap Dinnya serta rasa cinta pada Allah SWT. dan Rasulnya SAW. juga berkhidmat dengan cara yang benar pada umat sembari memasyarakatkan kebaikan dan menepis kehinaan dan kerendahan moral.  Pendidikan islam pada dasarnya merupakan suatu proses pengembangan tingkat kec...

Sejarah Desa Troso

Sejarah Desa Troso tidak dapat di pisahkan dari peristiwa peperangan antara Sultan Hadirin dengan Arya Penangsang yang terjadi di sebuah daerah di Kabupaten Kudus. Pada peperangan tersebut Sultan Hadirin terbunuh oleh Arya Panangsang. Sultan Hadirin merupakan suami dari Ratu Kaliyamat adipati Jepara. Selanjutnya, jenazah Sultan Hadirin dibawa dari Kudus ke Jepara dengan cara dipikul oleh orang (Pengikutnya). Singkat cerita, ketika para pemikul jenazah sampai di suatu tempat, mereka telah menghirup bau yang busuk, dalam bahasa jawa berarti “Purwo” yang berarti permulaan dan “Gondo” yang berarti bau busuk. Sehingga daerah tersebut sekarang di beri nama Desa Purwogondo. Sesampainya di Pecangaan para pemikul jenazah tersebut sudah sangat lelah, namun karena itu menjadi suatu pengabdian kepada Pupundennya (Orang yang sangat di hormati) hal tersebut tetap di laksanakan.

Tiga Calon Rektor Unnes 2014-2018

Dari Kiri : Supriadi Rustad, Fathur Rokhman, Suwito Eko Pramono  Badan Pekerja Senat Universitas Negeri Semarang (Unnes) tetapkan tiga calon dari lima bakal calon rektor, Rabu (18/6). Tiga calon tersebut adalah Supriadi Rustad, Fathur Rokhman, dan Suwito Eko Pramono. Sebelumnya, telah ditetapkan lima bakal calon, kelimanya adalah Achmad Rifai RC (FIP), Fathur Rokhman  (FBS), Martitah (FH), Supriadi Rustad (FMIPA), dan Suwito Eko Pramono. Penetapan calon Rektor Unnes periode 2014-2018 tersebut diawali oleh pemaparan visi, misi dan tanggapan dari masing-masing bakal calon.