Langsung ke konten utama

PAC Bangsri Juarai Porseni IPNU-IPPNU

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Bangsri menjuarai Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) yang diadakan oleh Pimpinan Cabang Jepara. Kegiatan yang diadakan pada hari Ahad (30/10) tersebut, dipusatkan di SMA Islam Jepara. PAC IPNU-IPPNU Bangsri keluar sebagai juara umum dengan memperoleh sembilan poin, unggul satu poin dari PAC Pecangaan.

Lomba yang di Juarai oleh PAC Bangsri antara lain adalah Juara I Lomba Mars IPNU-IPPNU, Juara 3 MTQ tingkat Madrasah Aliyah (MA), Juara 1 MTQ tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Juara 2 Cipta Logo Konfercab,

Muhammad Muftil Umam, ketua PC IPNU Jepara mengatakan bahwa Pimpinan Anak Cabang Bangsri sangat pantas mendapatkan juara itu, karena Anak Cabang Bangsri merupakan PAC yang paling aktif dan mempunyai basis kader terbanyak.


“PAC Bangsri mempunyai Pimpinan Komisariat dan Pimpinan Ranting yang paling banyak di Jepara. Mereka juga dapat melakukan kaderisasi yang baik seperti menyelenggarakan Porseni tingkat anak cabang,” ungkapnya.

Muftil, mengharapakn kepada PAC Bangsri untuk terus berbenah diri agar kedepan mendapat prestasi yang lebih baik lagi. “Porseni ini merupakan penyemangat untuk berbenah diri. Saya berharap kaderisasi di PAC Bangsri terus berkembang sehingga kedepan akan menghasilkan kader-kader yang lebih berprestasi,” harap Muftil Umam.

Roni, koordinator lomba dari kontingen Anak Cabang Bangsri menuturkan bahwa kontingennya telah mempersiapkan semuanya dengan matang. “Pembekalan dan latihan telah kami lakukan jauh-jauh hari, dengan tujuan agar para Atlit akan lebih siap mengikuti kegiatan Porseni itu,” tuturnya.

Roni mengaku bahwa dirinya awalnya pesimis, karena melihat persaingan yang begitu ketat saat Porseni. “Saya akui PAC yang lain juga sudah sangat siap untuk mengikuti kegiatan ini, terlihat begitu antusiasnya mereka serta persaingan yang begitu ketat saat perlombaan,” ungkap Roni.

Husain, Ketua IPNU anak cabang Bangsri menyanbut baik keberhasilan Kotingennya. “Saya sangat bersyukur atas keberhasilan yang diraih oleh Kontingen PAC Bangsri. Hal tersebut dapat membayar susah payah perjuangan para kontingen untuk mempersiapkan kegiatan tersebut,” pungkasnya. (Rif'ul Mazid Maulana)

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Desa Troso

Sejarah Desa Troso tidak dapat di pisahkan dari peristiwa peperangan antara Sultan Hadirin dengan Arya Penangsang yang terjadi di sebuah daerah di Kabupaten Kudus. Pada peperangan tersebut Sultan Hadirin terbunuh oleh Arya Panangsang. Sultan Hadirin merupakan suami dari Ratu Kaliyamat adipati Jepara. Selanjutnya, jenazah Sultan Hadirin dibawa dari Kudus ke Jepara dengan cara dipikul oleh orang (Pengikutnya). Singkat cerita, ketika para pemikul jenazah sampai di suatu tempat, mereka telah menghirup bau yang busuk, dalam bahasa jawa berarti “Purwo” yang berarti permulaan dan “Gondo” yang berarti bau busuk. Sehingga daerah tersebut sekarang di beri nama Desa Purwogondo. Sesampainya di Pecangaan para pemikul jenazah tersebut sudah sangat lelah, namun karena itu menjadi suatu pengabdian kepada Pupundennya (Orang yang sangat di hormati) hal tersebut tetap di laksanakan.

Hakim Harus Berpihak Pada Kelestarian Pegunungan Kendeng. Kenapa?

Puluhan perempuan warga Rembang berkebaya, bersama dengan puluhan mahasiswa dari Universitas Semarang, Universitas Diponegoro dan Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang serta aliansi mahasiswa di Semarang dan Yogyakarta melakukan aksi dari Museum Ronggowarsito ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis (02/04/2015). Sambil membawa spanduk bertuliskan “Jawa Krisis Air dan Jawa Tengah Darurat Tambang”, mereka melakukan aksi di depan PTUN, menolak pendirian pabrik dan penambangan PT. Semen Indonesia, bertepatan dengan lanjutan sidang gugatan warga Rembang kepada Gubernur Jawa Tengah yang memberikan ijin lingkungan untuk penambangan kepada PT Semen Gresik (Persero) Tbk, sekarang PT Semen Indonesia. Warga Rembang dan koalisi mahasiswa melakukan aksi menyuarakan bahwa Jawa Tengah darurat tambang dan penolakan pertambangan PT Semen Indonesia di kawasan Pegunungan Kendeng, Rembang, Jawa Tengah. Foto : Tommy Apriando Warga Rembang dan koalisi mahasiswa ...

Gus Mus: Media Online Dikuasai Orang Tak Paham Agama

Musthofa Bisri (Gus Mus) Semarang -- Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuh Tholibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah, Ahmad Mustofa Bisri, mengaku resah atas peredaran informasi tentang persoalan-persoalan agama yang tersiar di media-media online. Tokoh Nahdlatul Ulama ini menyatakan saat ini teknologi informasi di media online dan media sosial justru dikuasai oleh kelompok-kelompok yang tak memahami dan menguasai agama secara mendalam. "Itu Masya Allah. Jadinya kacau semua," kata Mustofa Bisri dalam pengajian dalam rangka ulang tahun unit kegiatan mahasiswa di Kampus III Fakultas Syari'ah Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Senin malam, 30 Maret 2015. Gus Mus mencontohkan, begitu orang membuka mesin pencari di Internet seperti Google mengenai tanya jawab tentang hukum tertentu, maka yang pertama sekali muncul keluar justru dari orang-orang yang tidak jelas. Kata dia, banyak sekali situs-situs berisi agama Islam yang tidak memahami agama secara mendalam. ...