Langsung ke konten utama

Teknis Pendaftaran UM IAIN Walisongo


Suatu hal sepele namun  selama ini banyak membingungkan  calon mahasiswa baru adalah tetang alur pendaftaran Ujian Mandiri. Pasalnya UM dilakasanakn secara mandiri oleh Perguruan Tinggi masing-masing, sehingga teknis tiap Perguruan Tinggi berbeda-beda. Kali ini, saya akan membagikan informasi tentang alur pendaftaran Ujian Mandiri IAIN Walisongo Semarang tahun 2014.

Adapun alur pendaftaran Ujian Mandiri IAIN Walisongo tahun 2014 adalah sebagai berikut:

  1. Pendaftar (Calon Mahasiswa) Jalur Mandiri mengakses website pendaftaran mandiri IAIN Walisongo di http://jalurmandiri.walisongo.ac.id
  2. Pendaftar (Calon Mahasiswa) membaca 'Petunjuk Pengisian Data' sebelum melakukan pendaftaran secara online
  3. Pendaftar (Calon Mahasiswa) melakukan Input Data secara online untuk memperoleh pin pembayaran ke Bank BTN
  4. Pendaftar (Calon Mahasiswa) melakukan pembayaran pendaftaran UJian Masuk Jalur Mandiri di Bank BTN sebesar Rp. 200.000,- dengan menunjukkan pin pembayaran.
  5. Calon mahasiswa log in kembali ke http://jalurmandiri.walisongo.ac.id untuk melengkapi pengisian data dan mencetak Kartu Ujian
  6. Calon Mahasiswa mengikuti Ujian Tulis pada tanggal yang telah ditetapkan.


Jadwal Penting

Pendaftaran Oline
1 Juli - 24 Juli 2014
Penutupan Jalur Mandiri Tanggal 24 Juli 2014 Pukul 12.00 Wib
Pembayaran ke Bank BTN paling lambat Tanggal 24 Juli 2014 Pukul 15.00 Wib

Ujian Tertulis
5 Agustus 2014
(Detail ruangan dan lokasi dapat dilihat dilaman Http://jalurmandiri.walisongo.ac.id mulai tanggal 25 Juli 2014)

Pengumuman
Tanggal 11 Agustua 2014


Postingan populer dari blog ini

Sejarah Desa Troso

Sejarah Desa Troso tidak dapat di pisahkan dari peristiwa peperangan antara Sultan Hadirin dengan Arya Penangsang yang terjadi di sebuah daerah di Kabupaten Kudus. Pada peperangan tersebut Sultan Hadirin terbunuh oleh Arya Panangsang. Sultan Hadirin merupakan suami dari Ratu Kaliyamat adipati Jepara. Selanjutnya, jenazah Sultan Hadirin dibawa dari Kudus ke Jepara dengan cara dipikul oleh orang (Pengikutnya). Singkat cerita, ketika para pemikul jenazah sampai di suatu tempat, mereka telah menghirup bau yang busuk, dalam bahasa jawa berarti “Purwo” yang berarti permulaan dan “Gondo” yang berarti bau busuk. Sehingga daerah tersebut sekarang di beri nama Desa Purwogondo. Sesampainya di Pecangaan para pemikul jenazah tersebut sudah sangat lelah, namun karena itu menjadi suatu pengabdian kepada Pupundennya (Orang yang sangat di hormati) hal tersebut tetap di laksanakan.

Pendidikan Islam Dulu Dan Kini

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Seorang pakar pendidikan Islam berdarah hadrami, al Habib Abu Bakar al Masyhur al Adni, Pendidikan Islam (Tarbiyah Islamiyah) adalah pendidikan dan peningkatan diri atas adab, akhlak, patuh akan syariat dan jauh akan larangannya. Mengikuti kata hati berdasarkan rasa tanggung jawab terhadap Dinnya serta rasa cinta pada Allah SWT. dan Rasulnya SAW. juga berkhidmat dengan cara yang benar pada umat sembari memasyarakatkan kebaikan dan menepis kehinaan dan kerendahan moral.  Pendidikan islam pada dasarnya merupakan suatu proses pengembangan tingkat kec...

Paskibra Siap Mental, Siap Fisik

Pecangaan-Anggota Pasukan Pengibar Bendera tahun ini harus siap mental fisik. Hal itulah yang di ungkapkan Pelda Sudadi anggota Koramil Kecamatan Pecangaan saat memandu latihan pemantapan Paskibra Kecamatan Pecangaan, hari Rabu, (15/08). Sudadi, mengatakan anggota Paskibra harus dapat mengatur waktu istirahat dengan baik agar saat pelaksanaan nanti kondisi kesehatan masih bisa stabil. “Anggota Paskibra harus bisa memanfaatkan waktu dengan baik, selain sekarang masih musim kemarau juga tepat pada bulan puasa,” Katanya. Beliau menjelaskan untuk memperkenalkan medan, dirinya mengajak anggota Paskibra untuk latihan setiap pagi langsung di lapangan. “Latihan pagi hari ini tujuannya adalah agar anggota Paskibra terbiasa dengan kondisi cuaca yang panas seperti ini karena pada saat pelaksanaan nanti kondisinya juga tidak jauh beda,” Jelasnya. Sudadi, menghimbau kepada seluruh peserta untuk tidak terlalu banyak main-main dan tidur malam. “Kami berharap semua peserta untuk dapat menja...