Langsung ke konten utama

Alangkah Lucunya Negeri Ini

Pemimpin yang Kesaktria

Pagi itu awal masuk tahun pelajaran, kami satu kelas pun sibuk menyusun struktur organisasi kelas. Kebetulan pada waktu itu saya di usulkan teman saya untuk menjadi ketua kelas, saya dan teman saya sebut saja bunga. Menjadi kandidat calon ketua kelas. Setelah itu saya dan bunga memaparkan visi dan misi kami di depan anggota kelas.

Saya : Insyaallah kelas kelas ini akan maju, berprestasi dan kondusif apapila ketua kelasnya ……… Bunga,

Bunga : Kelas ini akan tentram, damai, sejahtera dan unggul apabila di pimpin oleh ………….. mazid,

Setelah itu, kami dipilih secara demokratis oleh seluruh warga kelas X, perolehan suara kejar mengejar. Dua kubu Quick Count yang telah kita pesan masing-masing pesan pun menunjukkan hasil yang berbeda. Mazid Reserch Center (MRC) menunjukkan perolehan suara saya ungguk 51,5% dari bungan. Sedangkan LIngkaran Survei Bunga (LSB) menunjukkan keunggulan 52,34% keunggulannya. 

Kondisi memanas hingga menunggu keputusan real count Panitia Pemilihan Ketua Kelas (PPKK).
Waktunya pun, tiba, PPKK mengumumkan suara bunga lebih tinggi dari suara saya. 50.97%, saya pun langsung sujud syukur, dan mengucapkan selamat kepada Bunga.

Saya : Alhamdulillah, Bunga mendapatkan amanah ini, dia akan membawa perubahan kelas kita menjadi lebih baik. Dan saya akan mendukungnya semaksimal mungkin, agar kita bersama-sama bergerak menuju kelas yang berprestasi.

–”Andai saja elit politik negara ini dapat mengambil cerita dari anak kecil yang tak tau demokrasi”–

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Desa Troso

Sejarah Desa Troso tidak dapat di pisahkan dari peristiwa peperangan antara Sultan Hadirin dengan Arya Penangsang yang terjadi di sebuah daerah di Kabupaten Kudus. Pada peperangan tersebut Sultan Hadirin terbunuh oleh Arya Panangsang. Sultan Hadirin merupakan suami dari Ratu Kaliyamat adipati Jepara. Selanjutnya, jenazah Sultan Hadirin dibawa dari Kudus ke Jepara dengan cara dipikul oleh orang (Pengikutnya). Singkat cerita, ketika para pemikul jenazah sampai di suatu tempat, mereka telah menghirup bau yang busuk, dalam bahasa jawa berarti “Purwo” yang berarti permulaan dan “Gondo” yang berarti bau busuk. Sehingga daerah tersebut sekarang di beri nama Desa Purwogondo. Sesampainya di Pecangaan para pemikul jenazah tersebut sudah sangat lelah, namun karena itu menjadi suatu pengabdian kepada Pupundennya (Orang yang sangat di hormati) hal tersebut tetap di laksanakan.

Pendidikan Islam Dulu Dan Kini

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Seorang pakar pendidikan Islam berdarah hadrami, al Habib Abu Bakar al Masyhur al Adni, Pendidikan Islam (Tarbiyah Islamiyah) adalah pendidikan dan peningkatan diri atas adab, akhlak, patuh akan syariat dan jauh akan larangannya. Mengikuti kata hati berdasarkan rasa tanggung jawab terhadap Dinnya serta rasa cinta pada Allah SWT. dan Rasulnya SAW. juga berkhidmat dengan cara yang benar pada umat sembari memasyarakatkan kebaikan dan menepis kehinaan dan kerendahan moral.  Pendidikan islam pada dasarnya merupakan suatu proses pengembangan tingkat kec...

Paskibra Siap Mental, Siap Fisik

Pecangaan-Anggota Pasukan Pengibar Bendera tahun ini harus siap mental fisik. Hal itulah yang di ungkapkan Pelda Sudadi anggota Koramil Kecamatan Pecangaan saat memandu latihan pemantapan Paskibra Kecamatan Pecangaan, hari Rabu, (15/08). Sudadi, mengatakan anggota Paskibra harus dapat mengatur waktu istirahat dengan baik agar saat pelaksanaan nanti kondisi kesehatan masih bisa stabil. “Anggota Paskibra harus bisa memanfaatkan waktu dengan baik, selain sekarang masih musim kemarau juga tepat pada bulan puasa,” Katanya. Beliau menjelaskan untuk memperkenalkan medan, dirinya mengajak anggota Paskibra untuk latihan setiap pagi langsung di lapangan. “Latihan pagi hari ini tujuannya adalah agar anggota Paskibra terbiasa dengan kondisi cuaca yang panas seperti ini karena pada saat pelaksanaan nanti kondisinya juga tidak jauh beda,” Jelasnya. Sudadi, menghimbau kepada seluruh peserta untuk tidak terlalu banyak main-main dan tidur malam. “Kami berharap semua peserta untuk dapat menja...