Langsung ke konten utama

Alur Pendaftaran Seleksi Mandiri Unnes 2014


Bagaimana alur pendaftaran Seleksi Mandiri 2014 jenjang Sarjada dan Diploma Universitas Negeri Semarang. Nah, disini saya akan menguraikannya.
  1. Kunjungi laman http://seleksimandiri.unnes.ac.id untuk melakukan pendaftaran dengan mengisi formulir [Formulir Pendaftaran S1 dan D3], mulai tanggal 02 Juni s.d 22 Juli 2014. Identitas yang perlu disiapkan oleh peserta untuk melakukan pendaftaran adalah Data Identitas Diri, dan Data Pendidikan Terakhir. Setelah itu pendaftar mendapatkan formulir pendaftaran dan PIN
  2. Peserta melakukan pembayaran Ujian Mandiri ke Bank BNI 46 di seluruh Indonesia. Biaya pendaftaran sebesar Rp. 200.000 dengan menunjukkan PIN (Bagi pemilih prodi bidang olahraga dan seni membayar biaya ujian keterampilan sebesar Rp. 150.000) lewat teller Bank BNI 46. Waktu pembayaran dimulai tanggal 02 Juni hingga 23 Juli 2014. Dikumen yang dibutuhkan oleh pendaftar adalah formulir dan PIN yang sudah diperoleh pada tahap sebelumnya. Setelah itu peserta mendapatkan Bukti pembayaran dari Bank.
  3. Peserta di wajibkan untuk mencetak kartu peserta. Cetak kartu di mulai pada tanggal 5-6 Agustus 2014 di laman http://seleksimandiri.unnes.ac.id. Peserta perlu mempersiapkan Bukti Pembayaran, PIN dan Tanggal Lahir Pendaftar. Setelah itu, peserta memperoleh dua lembar kartu peserta Seleksi Mandiri
  4. Ujian Mandiri Unnes dilaksanakan pada tanggal 5-6 Agustus 2014. Bagi peserta yang mengikuti tes tulis sesuai dengan kelompoknya (5 Agustus). Sedangkan bagi pemilih prodi yang mewajibkan uji ketrampilan wajib mengikuti ujia keterampilan (6 Agustus). Untuk dapat mengikuti tes tesebut peserta diwajibkan membawa Kartu Peserta Seleksi Mendiri, kartu OSIS atau KTP, Ijazah dan dokumen lain yang dilegalisir.
  5. Hasil seleksi mandiri Unnes 2014, di umumkan pada tanggal 9 Agustus 2014 di lama http://seleksimandiri.unnes.ac.id

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Desa Troso

Sejarah Desa Troso tidak dapat di pisahkan dari peristiwa peperangan antara Sultan Hadirin dengan Arya Penangsang yang terjadi di sebuah daerah di Kabupaten Kudus. Pada peperangan tersebut Sultan Hadirin terbunuh oleh Arya Panangsang. Sultan Hadirin merupakan suami dari Ratu Kaliyamat adipati Jepara. Selanjutnya, jenazah Sultan Hadirin dibawa dari Kudus ke Jepara dengan cara dipikul oleh orang (Pengikutnya). Singkat cerita, ketika para pemikul jenazah sampai di suatu tempat, mereka telah menghirup bau yang busuk, dalam bahasa jawa berarti “Purwo” yang berarti permulaan dan “Gondo” yang berarti bau busuk. Sehingga daerah tersebut sekarang di beri nama Desa Purwogondo. Sesampainya di Pecangaan para pemikul jenazah tersebut sudah sangat lelah, namun karena itu menjadi suatu pengabdian kepada Pupundennya (Orang yang sangat di hormati) hal tersebut tetap di laksanakan.

Hakim Harus Berpihak Pada Kelestarian Pegunungan Kendeng. Kenapa?

Puluhan perempuan warga Rembang berkebaya, bersama dengan puluhan mahasiswa dari Universitas Semarang, Universitas Diponegoro dan Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang serta aliansi mahasiswa di Semarang dan Yogyakarta melakukan aksi dari Museum Ronggowarsito ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis (02/04/2015). Sambil membawa spanduk bertuliskan “Jawa Krisis Air dan Jawa Tengah Darurat Tambang”, mereka melakukan aksi di depan PTUN, menolak pendirian pabrik dan penambangan PT. Semen Indonesia, bertepatan dengan lanjutan sidang gugatan warga Rembang kepada Gubernur Jawa Tengah yang memberikan ijin lingkungan untuk penambangan kepada PT Semen Gresik (Persero) Tbk, sekarang PT Semen Indonesia. Warga Rembang dan koalisi mahasiswa melakukan aksi menyuarakan bahwa Jawa Tengah darurat tambang dan penolakan pertambangan PT Semen Indonesia di kawasan Pegunungan Kendeng, Rembang, Jawa Tengah. Foto : Tommy Apriando Warga Rembang dan koalisi mahasiswa ...

Gus Mus: Media Online Dikuasai Orang Tak Paham Agama

Musthofa Bisri (Gus Mus) Semarang -- Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuh Tholibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah, Ahmad Mustofa Bisri, mengaku resah atas peredaran informasi tentang persoalan-persoalan agama yang tersiar di media-media online. Tokoh Nahdlatul Ulama ini menyatakan saat ini teknologi informasi di media online dan media sosial justru dikuasai oleh kelompok-kelompok yang tak memahami dan menguasai agama secara mendalam. "Itu Masya Allah. Jadinya kacau semua," kata Mustofa Bisri dalam pengajian dalam rangka ulang tahun unit kegiatan mahasiswa di Kampus III Fakultas Syari'ah Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Senin malam, 30 Maret 2015. Gus Mus mencontohkan, begitu orang membuka mesin pencari di Internet seperti Google mengenai tanya jawab tentang hukum tertentu, maka yang pertama sekali muncul keluar justru dari orang-orang yang tidak jelas. Kata dia, banyak sekali situs-situs berisi agama Islam yang tidak memahami agama secara mendalam. ...