Langsung ke konten utama

Seleksi Mandiri Unnes Sediakan 185 Bidikmisi

Seleksi Mandiri Universitas Negeri Semarang (Unnes) menyediakan 185 paket beasiswa Bidikmisi.
Kuota sebanyak itu merupakan bagian dari kuota keseluruhan Bidikmisi yang disediakan Unnes untuk mahasiswa baru tahun ini, yakni sedikitnya 1.850 paket.

Demikian dikemukakan oleh Kepala UPT Pusat Humas Unnes Sucipto Hadi Purnomo, Minggu (13/7), di Semarang. “Berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini secara khusus ada alokasi beasiswa untuk calon mahasiswa dari keluarga tak mampu secara ekonomi lewat jalur mandiri,” katanya.

Dijelaskan, Bidikmisi adalah beasiswa yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk calon mahasiswa yang memiliki potensi akademik tinggi namun berasal dari keluarga tidak mampu. “Dengan beasiswa ini, penerimanya akan bebas dari segala biaya pendidikan selama kuliah (empat tahun) serta memperoleh bantuan biaya hidup per bulan minimal Rp600.000,” jelasnya.

Unnes selama ini dikenal sebagai “surganya Bidikmisi” lantaran selalu menyediakan kuota terbanyak di antara perguruan tinggi lainnya se-Indonesia. Kini, lebih dari 5.400 mahasiswa Unnes mengenyam pendidikan dengan beasiswa ini. Raeni, putri pengayuh becak yang beberapa waktu lalu wisuda sarjana dengan predikat terbaik, merupakan salah satu penetima Bidikmisi.

Untuk mendaftar Bidikmisi 2014 lewat Seleksi Mandiri Unnes (SPMU), lanjut Sucipto, lulusan SMA/MA/SMK tahun 2014, 2013, atau 2012 harus memiliki kode akses pendaftar dari kepala sekolah masing-masing. “Informasi mengenai hal ini bisa diakses di laman http://bidikmisi.dikti.go.id dan http://penerimaan.unnes.ac.id,” katanya.

Lebih lanjut dikemukakan, pendaftaran Seleksi Mandiri Unnes dilakukan secara online sejak 2 Juni lalu hingga 22 Juli mendatang menyediakan 713 kursi mahasiswa baru. “Kuota sebanyak itu tersebar di delapan fakultas atau 65 program studi jenjang S1 dan D3,” ungkapnya.

Sucipto juga mengingatkan, pendaftar yang diterima lewat jalur ini tidak akan membayar biaya kuliah lebih mahal daripada yang diterima lewat skema nasional (SNMPTN dan SBMPTN). “Mereka akan membayar biaya kuliah sesuai dengan ketentuan uang kuliah tunggal (UKT),” tandasnya

Sumber : http://unnes.ac.id

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Desa Troso

Sejarah Desa Troso tidak dapat di pisahkan dari peristiwa peperangan antara Sultan Hadirin dengan Arya Penangsang yang terjadi di sebuah daerah di Kabupaten Kudus. Pada peperangan tersebut Sultan Hadirin terbunuh oleh Arya Panangsang. Sultan Hadirin merupakan suami dari Ratu Kaliyamat adipati Jepara. Selanjutnya, jenazah Sultan Hadirin dibawa dari Kudus ke Jepara dengan cara dipikul oleh orang (Pengikutnya). Singkat cerita, ketika para pemikul jenazah sampai di suatu tempat, mereka telah menghirup bau yang busuk, dalam bahasa jawa berarti “Purwo” yang berarti permulaan dan “Gondo” yang berarti bau busuk. Sehingga daerah tersebut sekarang di beri nama Desa Purwogondo. Sesampainya di Pecangaan para pemikul jenazah tersebut sudah sangat lelah, namun karena itu menjadi suatu pengabdian kepada Pupundennya (Orang yang sangat di hormati) hal tersebut tetap di laksanakan.

Hakim Harus Berpihak Pada Kelestarian Pegunungan Kendeng. Kenapa?

Puluhan perempuan warga Rembang berkebaya, bersama dengan puluhan mahasiswa dari Universitas Semarang, Universitas Diponegoro dan Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang serta aliansi mahasiswa di Semarang dan Yogyakarta melakukan aksi dari Museum Ronggowarsito ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis (02/04/2015). Sambil membawa spanduk bertuliskan “Jawa Krisis Air dan Jawa Tengah Darurat Tambang”, mereka melakukan aksi di depan PTUN, menolak pendirian pabrik dan penambangan PT. Semen Indonesia, bertepatan dengan lanjutan sidang gugatan warga Rembang kepada Gubernur Jawa Tengah yang memberikan ijin lingkungan untuk penambangan kepada PT Semen Gresik (Persero) Tbk, sekarang PT Semen Indonesia. Warga Rembang dan koalisi mahasiswa melakukan aksi menyuarakan bahwa Jawa Tengah darurat tambang dan penolakan pertambangan PT Semen Indonesia di kawasan Pegunungan Kendeng, Rembang, Jawa Tengah. Foto : Tommy Apriando Warga Rembang dan koalisi mahasiswa ...

Gus Mus: Media Online Dikuasai Orang Tak Paham Agama

Musthofa Bisri (Gus Mus) Semarang -- Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuh Tholibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah, Ahmad Mustofa Bisri, mengaku resah atas peredaran informasi tentang persoalan-persoalan agama yang tersiar di media-media online. Tokoh Nahdlatul Ulama ini menyatakan saat ini teknologi informasi di media online dan media sosial justru dikuasai oleh kelompok-kelompok yang tak memahami dan menguasai agama secara mendalam. "Itu Masya Allah. Jadinya kacau semua," kata Mustofa Bisri dalam pengajian dalam rangka ulang tahun unit kegiatan mahasiswa di Kampus III Fakultas Syari'ah Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Senin malam, 30 Maret 2015. Gus Mus mencontohkan, begitu orang membuka mesin pencari di Internet seperti Google mengenai tanya jawab tentang hukum tertentu, maka yang pertama sekali muncul keluar justru dari orang-orang yang tidak jelas. Kata dia, banyak sekali situs-situs berisi agama Islam yang tidak memahami agama secara mendalam. ...