Langsung ke konten utama

Postingan

Nikmatnya Horok-horok Jepara

Horok-horok merupakan makanan yang sudah tidak asing lagi di lidah masyarakat Jepara. Karena makanan itu tergolong, makanan yang murah meriah dan dapat ditemui diberbagai pedagang makanan, pasar-pasar hingga kios pinggir jalanan yang ada di Kabupaten Jepara. Namun horok-horok sulit di dapatkan di luar Jepara. Horok-horok adalah makanan ringan yang terbuat dari tepung pohon aren. Horok-horok umumnya dimakan dengan Sate Kikil, soto, bakso, gulai, dan sayur pecel. Selain itu dapat juga dimakan dengan diberi santan dan sedikit gula pasir, seperti bubur. (Wikipedia Indonesia) Selain itu horok-horok juga dapat dimakan bersama dengan sirup ataupun air gula. Sehingga manfaat horok-horok sangat banyak untuk di kombinasikan dengan berbagai makanan. Selain itu, horok-horok juga dapat di makan sendiri tanpa disandingkan dengan makanan lain.

Was-Was Tidak Dapat Meneruskan Kuliah

Naela Syu'batul Ulya Pengumuman Ujian Nasional (Unas) Sabtu, 26 Mei yang lalu merupakan hari yang membahagiakan bagi Naela Syu’batul Ulya, Siswa Kelas XII IPA Madrasah Aliyah Walisongo Pecangaan.  Pasalnya selain, jurusannya mendapatkan peringkat tertinggi kedua SMA/MA Swasta dan negeri Se Kabupeten Jepara, dia juga memperoleh nilai terbaik di Kelasnya. Nilai tersebut adalah Bahasa Indonesia (8,60), Bahasa Inggris (8.80), Matematika (9,25), Fisika (9,25), kimia (8,75) dan Biologi (9.00). Naela, menuturkan bahwa hasil tersebut tidak didapatkan secara instan ia dapatkan namun melalui berbagai usaha.  “Usaha yang saya lakukan biasa seperti yang lainnya yaitu mengikuti pembekalan oleh bapak/ibu guru, belajar mandiri di rumah, sangat penting adalah berdo’a,” tuturnya. Menurutnya, agar dapat mendapatkan hasil yang memuaskan harus dapat memanfaatkan waktu dengan baik.  “Kita harus dapat menggunakan waktu dengan baik, kalau waktunya belajar iya harus belajar, jangan dicampur deng...

Terganjal Biaya Kuliah, Berharap Beasiswa

Jepara -Satpam biasanya memiliki kepribadian yang tegas, berwibawa dan keras. Namun berbeda dengan Angga Alimudin, satpam di Madrasah Aliyah Walisongo Pecangaan ini.  Dia memiliki sifat yang ramah dan mudah bergaul dengan semua siswa siswi di MA Walisongo. Sehari-hari selain berprofesi menjadi satpam, dia selalu meyempatkan waktunya untuk membuat lukisan. Benar saja, cowok kelahiran Jepara 17 Agustus 1992 tersebut mempunyai hobi melukis. Saat di jumpai oleh wartawan di pos jaganya, pada selasa (29/05) lalu. Terlihat angga sedang serius membuat sebuah lukisan. Dia mengatakan sering memanfaatkan waktu luangnya untuk melukis.  “Menjadi satpam merupakan profesi yang membosankan karena hanya menunggu, sehingga saya manfaatkan untuk berkreasi agar tidak jenuh,” katanya. Dia mengaku tidak menginginkan menjadi satpam namun karena tidak dapat melanjutkan keperguruan tinggi sehingga ia memilih tawaran dari guru-gurunya.  “Tahun lalu aku baru lulus dari MA Walisongo, sebenarnya saya...

Prodi Bahasa MA Walisongo, Sepi Peminat, Rame Prestasi

Jepara -Untuk kali kedua berturut-turut jurusan Bahasa di Madrasah Aliyah Walisongo Pecangaan mendapatkan nilai akhir (NA) tertinggi tingkat SMA/MA Swasta dan negeri se Kabupeten Jepara. Dengan rata-rata nilai Bahasa Indonesi (7.89), Bahasa Inggris (7.53), Matematika (6,93), Sastra (8,36), Antropologi (7,47) dan bahasa Asing (6,71). Namun prestasi tersebut merupakan kenangan terakhir untuk prodi Bahasa di MA Walisongo, pasalnya karena sepi peminat mulai tahun pelajaran depan prodi Bahasa di tutup sementara. Wakil Kepala Bagian Kurikulum MA Walisongo Pecangaan, Drs Santoso, mengtakan bahwa peminat untuk jurusan Bahasa sangat sedikit. “Tahun ini merupakan angkatan terakhir jurusan bahasa,” Katanya. Beliau sangat menyayangkan ditutup sementaranya jurusan bahasa karena sejak dibuka sepuluh tahun yang lalujurusan tersebut telah menyumbangkan berbagai prestasi. “Prodi bahasa merupakan jurusan yang paling produktif mencetak prestasi, setia tahunnya pasti menghasilkan lulusan-lulusan yang b...

SMK Walisongo Buka Bisnis Center

Jepara-Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Walisongo Pecangaan sekarang telah mempunyai Bisnis Center. Kantor Usaha sekolah tersebut terletak di kios Walisongo Shoping Center (WSC), Jalan Kauman no 01 Pecangaan Jepara.  Bisnis center tersebut mengkelola berbagai hasil produksi dan keahlian siswa dari jurusan kriya tekstil dan Tehnik Komputer dan Jaringan (TKJ).  Unit pelayanan yang di tawarkan oleh SMK Bisnis center  untuk jurusan TKJ , antara lain adalah perbaikan komputer/peripheral, instalasi komputer/jaringan, service printer, design website, aksesoris komputer/laptop dan instalasi CCTV. Selain itu SMK Walisongo Bisnis center juga menjual berbagai hasil produksi siswa jurusan kriya tekstil diantaranya adalah batik tulis/printing, jahit busana, alat dan bahan batik, souvenir serta melayani cetak undangan. Faizal Arif (XI TKJ), operator Bisnis Center tersebut menuturkan bahwa kios tersebut dikelola langsung oleh siswa SMK Walisongo. “Yang mengelola kios ini adalah dari sisw...

Bupati Resmikan Walisongo Shopping Center

Bupati Jepara Potong Pita Peresmian Jepara -Kecamatan Pecangaan kini mempunyai kawasan pusat belanja ( Shopping Center ). Kawasan tersebut dibangun oleh Yayasan Pendidikan Walisongo yang kemudian dinamakan Walisongo Shopping Center . Walisongo Shopping Center berada dipertigaan Jalan Kauman Pecangaan arah ke Desa Troso, atau sebelah utara Masji Besar Walisongo Pecangaan. Kawasan ini kemaren (27/5) telah diresmikan oleh Bupati Jepara, KH Ahmad Marzuqi, S.E. Menurut ketua Yayasan Walisongo Pecangaan, KH Zakari, Walisongo Shopping Center dibangun dengan memanfaatkan lahan strategis yang lama tidak terpakai. Ada 16 kios yang sudah dibangun dan kini semuanya telah disewa oleh Masyarakat. Sementara itu, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi saat peresmian mengatakan, kawasan Walisongo Shopping Center diharapakan dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat sekitar. Jika Walisongo shopping center ramai, maka perekonomian masyarakat sekitar juga akan ikut ramai.

Yayasan Walisongo Pecangaan, Gelar Muwadda’ah Bersama

Jepara -Yayasan Walisongo Pecangaan menggelar Muwadda’ah bersama pada Ahad, (27/05). Kegiatan yang bertempat di halaman Madrasah Aliyah Walisongo Pecangaan tersebut diikuti sekitar 1500 orang yang terdiri dari 472 wisudawan, yaitu MTs (85 Wisudawan), SMP (84 Wisudawan), MA (114 Wisudawan), SMA (129 Wisudawan) dan SMK (60 Wisudawan) serta wali murid dan tenaga kependidikan se Yayasan Walisongo. KH Zakariya Asymawi, Lc, Ketua Umum Yayasan Walisongo Pecangaan mengucapkan terimakasih kepada semua orang tua wali murid yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di Yayasan Walisongo. “Yayasan Walisongo tidak hanya memberikan pendidikan akademis kepada siswa-siswinya namun juga memberikan pendidikan akhlak,” ucapnya. Zakariya, meneruskan bahwa pendidikan akhlak lebih dibutuhkan dalam menghadapi era global yang semakin kejam. “Pada saat sekarang akhlaq yang luhur sangat di perlukan untuk membentuk pribadi insan yang baik,” terusnya. Pada sambutannya beliau juga mengumumkan kelulusan ...