Langsung ke konten utama

SMK Walisongo Buka Bisnis Center


Jepara-Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Walisongo Pecangaan sekarang telah mempunyai Bisnis Center. Kantor Usaha sekolah tersebut terletak di kios Walisongo Shoping Center (WSC), Jalan Kauman no 01 Pecangaan Jepara. 

Bisnis center tersebut mengkelola berbagai hasil produksi dan keahlian siswa dari jurusan kriya tekstil dan Tehnik Komputer dan Jaringan (TKJ). 

Unit pelayanan yang di tawarkan oleh SMK Bisnis center  untuk jurusan TKJ , antara lain adalah perbaikan komputer/peripheral, instalasi komputer/jaringan, service printer, design website, aksesoris komputer/laptop dan instalasi CCTV.

Selain itu SMK Walisongo Bisnis center juga menjual berbagai hasil produksi siswa jurusan kriya tekstil diantaranya adalah batik tulis/printing, jahit busana, alat dan bahan batik, souvenir serta melayani cetak undangan.

Faizal Arif (XI TKJ), operator Bisnis Center tersebut menuturkan bahwa kios tersebut dikelola langsung oleh siswa SMK Walisongo. “Yang mengelola kios ini adalah dari siswa-siswi SMK Walisongo sendiri,” turunya.

Untuk jurusan Kriya tekstil, lanjut Arif, sampai sekarang belum ada operatornya namun untuk barang yang akan di jual sudah tertata semua di kios. “Untuk unit produksi kriya tekstil sekarang belum melayani jual beli karena belum mendapatkan operator,” lanjut Arif.

Unit produksi yang baru dibuka mulai senin (28/05) kemaren itu merupakan bentuk komitmen SMK Walisongo dalam mendidik siswa berinterprenur serta memasarkan produk keahlian siswa.

“Yang dipasarkan di Bisnis Center ini merupakan hasil produksi dari siswa-siswi SMK Walisongo Pecangaan utamanya adalah Jurusan TKJ dan Kriya Tekstil,” Pungkas Faizal Arif. (Rif’ul Mazid Maulana)

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Desa Troso

Sejarah Desa Troso tidak dapat di pisahkan dari peristiwa peperangan antara Sultan Hadirin dengan Arya Penangsang yang terjadi di sebuah daerah di Kabupaten Kudus. Pada peperangan tersebut Sultan Hadirin terbunuh oleh Arya Panangsang. Sultan Hadirin merupakan suami dari Ratu Kaliyamat adipati Jepara. Selanjutnya, jenazah Sultan Hadirin dibawa dari Kudus ke Jepara dengan cara dipikul oleh orang (Pengikutnya). Singkat cerita, ketika para pemikul jenazah sampai di suatu tempat, mereka telah menghirup bau yang busuk, dalam bahasa jawa berarti “Purwo” yang berarti permulaan dan “Gondo” yang berarti bau busuk. Sehingga daerah tersebut sekarang di beri nama Desa Purwogondo. Sesampainya di Pecangaan para pemikul jenazah tersebut sudah sangat lelah, namun karena itu menjadi suatu pengabdian kepada Pupundennya (Orang yang sangat di hormati) hal tersebut tetap di laksanakan.

Pendidikan Islam Dulu Dan Kini

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Seorang pakar pendidikan Islam berdarah hadrami, al Habib Abu Bakar al Masyhur al Adni, Pendidikan Islam (Tarbiyah Islamiyah) adalah pendidikan dan peningkatan diri atas adab, akhlak, patuh akan syariat dan jauh akan larangannya. Mengikuti kata hati berdasarkan rasa tanggung jawab terhadap Dinnya serta rasa cinta pada Allah SWT. dan Rasulnya SAW. juga berkhidmat dengan cara yang benar pada umat sembari memasyarakatkan kebaikan dan menepis kehinaan dan kerendahan moral.  Pendidikan islam pada dasarnya merupakan suatu proses pengembangan tingkat kec...

Paskibra Siap Mental, Siap Fisik

Pecangaan-Anggota Pasukan Pengibar Bendera tahun ini harus siap mental fisik. Hal itulah yang di ungkapkan Pelda Sudadi anggota Koramil Kecamatan Pecangaan saat memandu latihan pemantapan Paskibra Kecamatan Pecangaan, hari Rabu, (15/08). Sudadi, mengatakan anggota Paskibra harus dapat mengatur waktu istirahat dengan baik agar saat pelaksanaan nanti kondisi kesehatan masih bisa stabil. “Anggota Paskibra harus bisa memanfaatkan waktu dengan baik, selain sekarang masih musim kemarau juga tepat pada bulan puasa,” Katanya. Beliau menjelaskan untuk memperkenalkan medan, dirinya mengajak anggota Paskibra untuk latihan setiap pagi langsung di lapangan. “Latihan pagi hari ini tujuannya adalah agar anggota Paskibra terbiasa dengan kondisi cuaca yang panas seperti ini karena pada saat pelaksanaan nanti kondisinya juga tidak jauh beda,” Jelasnya. Sudadi, menghimbau kepada seluruh peserta untuk tidak terlalu banyak main-main dan tidur malam. “Kami berharap semua peserta untuk dapat menja...