Langsung ke konten utama

Musim Liburan Membawa Berkah

Jepara-Musim liburan sekolah merupakan waktu yang telah di  nanti-nanti para penjual bunga dan perlengkapan ziarah di kompleks makam sultan hadirin, Mantingan, Jepara. Pasalnya, semakin banyak pengunjung yang berziarah, semakin bertambah pula rizqi yang mereka dapatkan.

Ngateni, salah satu penjual bunga yang telah memulai profesinya sejak lima puluh empat tahun yang lalu, mengatakan bahwa pada musim liburan sekarang jumlah pengunjung bertambah.

“Selain musim liburan sekolah sekarang juga masuk bulan-bulan yang di muliakan dalam agama islam seperti bulan rajab, ruwah hingga sampai nanti bulan puasa.” Katanya saat di temui wartawan, Senin (3/7) kemaren.


Dia menceritakan bahwa sekarang maskipun musim ziarah namun pendapatannya tidak bias banyak seperti dulu.

“Dahulu setiap peziarah pasti membeli bunga, namun sekarang walaupun banyak yang datang tapi sedikit yang membeli bunga,” Ceritanya.

Dia mengaku hasil yang didapatkan dari berjualan bunga sangat kurang untuk menghidupi ke dua anaknya. 

“Kalau hanya mengandalkan sebagai penjual bunga saja pasti tidak cukup, namun saya ngalap berkahnya saja,” aku Ngateni.

Ibu dua anak dan tiga cucu tersebut mengungkapkan bahwa hasil penjualan bunga tidak menentu.
“Kalau peziarah banyak bias nyampe Rp. 50.000,- perhari namun juga pernah tidak mendapatkan uang sepeserpun,” pungkasnya. (Rif’ul Mazid Maulana)

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan Islam Dulu Dan Kini

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Seorang pakar pendidikan Islam berdarah hadrami, al Habib Abu Bakar al Masyhur al Adni, Pendidikan Islam (Tarbiyah Islamiyah) adalah pendidikan dan peningkatan diri atas adab, akhlak, patuh akan syariat dan jauh akan larangannya. Mengikuti kata hati berdasarkan rasa tanggung jawab terhadap Dinnya serta rasa cinta pada Allah SWT. dan Rasulnya SAW. juga berkhidmat dengan cara yang benar pada umat sembari memasyarakatkan kebaikan dan menepis kehinaan dan kerendahan moral.  Pendidikan islam pada dasarnya merupakan suatu proses pengembangan tingkat kec...

Sejarah Desa Troso

Sejarah Desa Troso tidak dapat di pisahkan dari peristiwa peperangan antara Sultan Hadirin dengan Arya Penangsang yang terjadi di sebuah daerah di Kabupaten Kudus. Pada peperangan tersebut Sultan Hadirin terbunuh oleh Arya Panangsang. Sultan Hadirin merupakan suami dari Ratu Kaliyamat adipati Jepara. Selanjutnya, jenazah Sultan Hadirin dibawa dari Kudus ke Jepara dengan cara dipikul oleh orang (Pengikutnya). Singkat cerita, ketika para pemikul jenazah sampai di suatu tempat, mereka telah menghirup bau yang busuk, dalam bahasa jawa berarti “Purwo” yang berarti permulaan dan “Gondo” yang berarti bau busuk. Sehingga daerah tersebut sekarang di beri nama Desa Purwogondo. Sesampainya di Pecangaan para pemikul jenazah tersebut sudah sangat lelah, namun karena itu menjadi suatu pengabdian kepada Pupundennya (Orang yang sangat di hormati) hal tersebut tetap di laksanakan.

Tiga Calon Rektor Unnes 2014-2018

Dari Kiri : Supriadi Rustad, Fathur Rokhman, Suwito Eko Pramono  Badan Pekerja Senat Universitas Negeri Semarang (Unnes) tetapkan tiga calon dari lima bakal calon rektor, Rabu (18/6). Tiga calon tersebut adalah Supriadi Rustad, Fathur Rokhman, dan Suwito Eko Pramono. Sebelumnya, telah ditetapkan lima bakal calon, kelimanya adalah Achmad Rifai RC (FIP), Fathur Rokhman  (FBS), Martitah (FH), Supriadi Rustad (FMIPA), dan Suwito Eko Pramono. Penetapan calon Rektor Unnes periode 2014-2018 tersebut diawali oleh pemaparan visi, misi dan tanggapan dari masing-masing bakal calon.