Langsung ke konten utama

Syukuran Sederhana, Warnai Satu Tahun Sainsklopedia

Tanggal 16 Juli 2012 yang lalu merupakan hari tepat satu tahun sainsklopedia berusia. Sainsklopesia merupakan organisasi kelas XII IPA. Kegiatan-kegiatannya diantaranya adalah belajar bersama, istiqhosah rutin hingga study tour.

Meskipun usia satu tahun merupakan usia yang sangat muda namun sainsklopedia telah menorehkan banyak prestasi di Madrasah Aliyah Walisongo Pecangaan. Selain menjadi kelompok belajar kelas tersolit, sainsklopedia juga banyak menjadi juara pada lomba-lomba di intra sekolah.

Diantaranya adalah 3 kali berturut-turut menjadi juara lomba 5 K, menjadi juara umum Porseni tahun 2011 dan juara umum lomba HUT Republik Indonesia tahun 2011.

Persahabatan dan kerjasama anak-anak sainsklopedia tidak hanya putus di dalam kelas saja namun berlangsung mewarnai dunia maya di antaranya adalah di Facebook, twitter hingga di blackbarry messegger.

Muhammad Arif Budiman, ketua sainsklopedia mengatakan bahwa sainsklopedia berinisiatif untuk menumbuhkan semangat pembelajaran yang harmonis dan rukun.

“Meskipun kita di didik untuk menjadi yang terbaik dapat setiap kelas, namun kami bertekat untuk menumbuhkan pembelajaran yang harmonis serta dapat menjadi yang terbaik semua, jadi kita adalah sang juara semua,” Katanya.

Dia menceritakan bahwa sainsklopedia bukab gank ataupun kelompok siswa yang nakal namun sainsklopedia merupakan kelompok belajar mandiri.

“Untuk mendapatkan ilmu tidak hanya kami mengandalkan dari pembelajaran di dalam sekolah sehingga sangat perlu untuk di bentuk kelompok belajar, setelah kami bersama berfikir nama yang paling tepat adalah sainsklopedia karena kita masuk dalam jurusan sains.” Ceritanya.

Ketika di tanya tentang harapan kedepan, dia menjawan dengan tergas bahwa harapannya dan teman-teman sainsklopedia adalah dan lulus Ujian Nasional (UN) tahun ini dengan predikat yang terbaik di semua jenjang serta dapat meneruskan keperguruan tinggi negeri semuanya.

“Kami berharap dapat menyelesaikan study di MA Walisongo dengan baik serta dapat meneruskan ke perguruan tinggi yang terbaik pula, yang tak kalah penting adalah semoga persahabatan kita ini tidak putus dan akan terus berlangsung,” Harapnya. (Rif’ul Mazid Maulana)

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Desa Troso

Sejarah Desa Troso tidak dapat di pisahkan dari peristiwa peperangan antara Sultan Hadirin dengan Arya Penangsang yang terjadi di sebuah daerah di Kabupaten Kudus. Pada peperangan tersebut Sultan Hadirin terbunuh oleh Arya Panangsang. Sultan Hadirin merupakan suami dari Ratu Kaliyamat adipati Jepara. Selanjutnya, jenazah Sultan Hadirin dibawa dari Kudus ke Jepara dengan cara dipikul oleh orang (Pengikutnya). Singkat cerita, ketika para pemikul jenazah sampai di suatu tempat, mereka telah menghirup bau yang busuk, dalam bahasa jawa berarti “Purwo” yang berarti permulaan dan “Gondo” yang berarti bau busuk. Sehingga daerah tersebut sekarang di beri nama Desa Purwogondo. Sesampainya di Pecangaan para pemikul jenazah tersebut sudah sangat lelah, namun karena itu menjadi suatu pengabdian kepada Pupundennya (Orang yang sangat di hormati) hal tersebut tetap di laksanakan.

Hakim Harus Berpihak Pada Kelestarian Pegunungan Kendeng. Kenapa?

Puluhan perempuan warga Rembang berkebaya, bersama dengan puluhan mahasiswa dari Universitas Semarang, Universitas Diponegoro dan Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang serta aliansi mahasiswa di Semarang dan Yogyakarta melakukan aksi dari Museum Ronggowarsito ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis (02/04/2015). Sambil membawa spanduk bertuliskan “Jawa Krisis Air dan Jawa Tengah Darurat Tambang”, mereka melakukan aksi di depan PTUN, menolak pendirian pabrik dan penambangan PT. Semen Indonesia, bertepatan dengan lanjutan sidang gugatan warga Rembang kepada Gubernur Jawa Tengah yang memberikan ijin lingkungan untuk penambangan kepada PT Semen Gresik (Persero) Tbk, sekarang PT Semen Indonesia. Warga Rembang dan koalisi mahasiswa melakukan aksi menyuarakan bahwa Jawa Tengah darurat tambang dan penolakan pertambangan PT Semen Indonesia di kawasan Pegunungan Kendeng, Rembang, Jawa Tengah. Foto : Tommy Apriando Warga Rembang dan koalisi mahasiswa ...

Gus Mus: Media Online Dikuasai Orang Tak Paham Agama

Musthofa Bisri (Gus Mus) Semarang -- Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuh Tholibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah, Ahmad Mustofa Bisri, mengaku resah atas peredaran informasi tentang persoalan-persoalan agama yang tersiar di media-media online. Tokoh Nahdlatul Ulama ini menyatakan saat ini teknologi informasi di media online dan media sosial justru dikuasai oleh kelompok-kelompok yang tak memahami dan menguasai agama secara mendalam. "Itu Masya Allah. Jadinya kacau semua," kata Mustofa Bisri dalam pengajian dalam rangka ulang tahun unit kegiatan mahasiswa di Kampus III Fakultas Syari'ah Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Senin malam, 30 Maret 2015. Gus Mus mencontohkan, begitu orang membuka mesin pencari di Internet seperti Google mengenai tanya jawab tentang hukum tertentu, maka yang pertama sekali muncul keluar justru dari orang-orang yang tidak jelas. Kata dia, banyak sekali situs-situs berisi agama Islam yang tidak memahami agama secara mendalam. ...