Langsung ke konten utama

Banser Satuan Koordinasi Rayon III Jepara Adakan Diklatsar

Pecangaan, Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) III yang meliputi 4 kecamatan Pecangaan, Kalinyamatan, Welahan dan Batealit baru-baru ini mengadakan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) bertempat di MA Walisongo Pecangaan.
Kegiatan yang berlangsung 3 hari tersebut diikuti 169 peserta.



Selama 3 hari peserta dibekali materi berupa Bela Negara, Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), Wawasan Kebangsaan, Latihan Baris-berbaris (LBB), Lalu Lintas (Lantas), ke-Ansor-an, ke-Banser-an, Aswaja dan ke-NU-an. Pemateri berasal dari Kodim, Polres Jepara, Sarkorwil Banser Jawa Tengah dan unsur-unsur lain.

Ketua panitia, Hariyono mengatakan kegiatan Diklatsar di kabupaten Jepara dibagi menjadi 5 zona. Zona 1 meliputi kecamatan Mlonggo-Pakis-Bangsri, zona 2 Keling-Donorojo-Kembang, zona 3 Pecangaan-Kalinyamatan-Welahan-Batealit, zona 4 Mayong-Nalumsari dan zona 5 Kedung-Tahunan-Jepara.

M Ridwan, Komandan Banser Satkorcab Pecangaan mengungkapkan kegiatan bertujuan untuk memberikan pendidikan, latihan, perekrutan anggota dan kaderisasi.

“Banser di waktu yang akan datang membutuhkan kaderisasi. Karenanya, perlu adanya perekrutan anggota yang didalamnya dibekali dengan latihan-latihan agar menjadi anggota yang mumpuni,” ungkapnya. (Rif'ul Mazid Maulana)

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Desa Troso

Sejarah Desa Troso tidak dapat di pisahkan dari peristiwa peperangan antara Sultan Hadirin dengan Arya Penangsang yang terjadi di sebuah daerah di Kabupaten Kudus. Pada peperangan tersebut Sultan Hadirin terbunuh oleh Arya Panangsang. Sultan Hadirin merupakan suami dari Ratu Kaliyamat adipati Jepara. Selanjutnya, jenazah Sultan Hadirin dibawa dari Kudus ke Jepara dengan cara dipikul oleh orang (Pengikutnya). Singkat cerita, ketika para pemikul jenazah sampai di suatu tempat, mereka telah menghirup bau yang busuk, dalam bahasa jawa berarti “Purwo” yang berarti permulaan dan “Gondo” yang berarti bau busuk. Sehingga daerah tersebut sekarang di beri nama Desa Purwogondo. Sesampainya di Pecangaan para pemikul jenazah tersebut sudah sangat lelah, namun karena itu menjadi suatu pengabdian kepada Pupundennya (Orang yang sangat di hormati) hal tersebut tetap di laksanakan.

Hakim Harus Berpihak Pada Kelestarian Pegunungan Kendeng. Kenapa?

Puluhan perempuan warga Rembang berkebaya, bersama dengan puluhan mahasiswa dari Universitas Semarang, Universitas Diponegoro dan Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang serta aliansi mahasiswa di Semarang dan Yogyakarta melakukan aksi dari Museum Ronggowarsito ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis (02/04/2015). Sambil membawa spanduk bertuliskan “Jawa Krisis Air dan Jawa Tengah Darurat Tambang”, mereka melakukan aksi di depan PTUN, menolak pendirian pabrik dan penambangan PT. Semen Indonesia, bertepatan dengan lanjutan sidang gugatan warga Rembang kepada Gubernur Jawa Tengah yang memberikan ijin lingkungan untuk penambangan kepada PT Semen Gresik (Persero) Tbk, sekarang PT Semen Indonesia. Warga Rembang dan koalisi mahasiswa melakukan aksi menyuarakan bahwa Jawa Tengah darurat tambang dan penolakan pertambangan PT Semen Indonesia di kawasan Pegunungan Kendeng, Rembang, Jawa Tengah. Foto : Tommy Apriando Warga Rembang dan koalisi mahasiswa ...

Gus Mus: Media Online Dikuasai Orang Tak Paham Agama

Musthofa Bisri (Gus Mus) Semarang -- Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuh Tholibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah, Ahmad Mustofa Bisri, mengaku resah atas peredaran informasi tentang persoalan-persoalan agama yang tersiar di media-media online. Tokoh Nahdlatul Ulama ini menyatakan saat ini teknologi informasi di media online dan media sosial justru dikuasai oleh kelompok-kelompok yang tak memahami dan menguasai agama secara mendalam. "Itu Masya Allah. Jadinya kacau semua," kata Mustofa Bisri dalam pengajian dalam rangka ulang tahun unit kegiatan mahasiswa di Kampus III Fakultas Syari'ah Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Senin malam, 30 Maret 2015. Gus Mus mencontohkan, begitu orang membuka mesin pencari di Internet seperti Google mengenai tanya jawab tentang hukum tertentu, maka yang pertama sekali muncul keluar justru dari orang-orang yang tidak jelas. Kata dia, banyak sekali situs-situs berisi agama Islam yang tidak memahami agama secara mendalam. ...