Langsung ke konten utama

Porseni OSIS 2011 Siap

Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Organisasi Siswa Intra Sekolah Madrasah Aliyah Walisongo Pecangaan tahun 2011 siap untuk dilaksanakan. Hal tersebut terbukti dengan telah rampungnya persiapan yang dilaksanakan oleh panitia mulai dari penyiapan secara administratif, gelanggang pertandingan hingga hadiah perlombaan.

Muhammad Arif Budiman, ketua panitia Porseni mengatakan pengurusnya telah melakukan persiapan jauh-jauh hari agar Porseni yang menjadi kegiatan Pasca Ulangan Semester Gasal itu dapat berjalan dengan baik.

“Porseni ini telah kami siapkan sejak bulan November lalu, meskipun telah lama kami persiapkan namun sampai minggu terakhir sebelum hari H pun masih banyak mata perlombaan yang mengalami pembaharuan,” katanya.

Menurut dia, persiapan yang dilaksanakan oleh panitia tidak diimbangi dengan partisipasi dari ketua kelas dalam menyiapkan anggotanya untuk mengikuti kegiatan tersebut. “Karena baru dilaksanakan Ulangan Semester Gasal sehingga para ketua kelas sangat sulit untuk di ajak koordinasi.” Ujar Arif saat ditemui disela-sela gladi bersih Porseni.

Pembaharuan Perlombaan
Diantara lomba yang diperbaharui adalah lomba pidato bahasa Jawa, lanjut Budiman,  karena menginggat waktu persiapan untuk para peserta yang singkat sehingga panitia memutuskan untuk mentiadakan lomba tersebut.

“Pada tanggal 11 Desember seluruh panitia telah kami ajak rapat bersama dan kami semua sepakat untuk mentiadakan mata lomba tersebut. Diantara alasannya adalah kurangnya persiapan dari peserta unutk menyiapakan materi perlombaan,” katanya.

Mata lomba lain yang diperbaharui adalah lomba Majalah dinding. “Untuk lomba mading di ganti dengan lomba Reportase karena unutk mempersingkat waktu kegiatan,” tambahnya.

Arif berharap walaupun koordinasi dengan ketua kelas kurang terjalin namun Porseni yang akan dilaksanakan mulai tanggal 13-15 Desember 2011 tetap berjalan lancar. (Rif'ul Mazid MAulana)

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Desa Troso

Sejarah Desa Troso tidak dapat di pisahkan dari peristiwa peperangan antara Sultan Hadirin dengan Arya Penangsang yang terjadi di sebuah daerah di Kabupaten Kudus. Pada peperangan tersebut Sultan Hadirin terbunuh oleh Arya Panangsang. Sultan Hadirin merupakan suami dari Ratu Kaliyamat adipati Jepara. Selanjutnya, jenazah Sultan Hadirin dibawa dari Kudus ke Jepara dengan cara dipikul oleh orang (Pengikutnya). Singkat cerita, ketika para pemikul jenazah sampai di suatu tempat, mereka telah menghirup bau yang busuk, dalam bahasa jawa berarti “Purwo” yang berarti permulaan dan “Gondo” yang berarti bau busuk. Sehingga daerah tersebut sekarang di beri nama Desa Purwogondo. Sesampainya di Pecangaan para pemikul jenazah tersebut sudah sangat lelah, namun karena itu menjadi suatu pengabdian kepada Pupundennya (Orang yang sangat di hormati) hal tersebut tetap di laksanakan.

Pendidikan Islam Dulu Dan Kini

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Seorang pakar pendidikan Islam berdarah hadrami, al Habib Abu Bakar al Masyhur al Adni, Pendidikan Islam (Tarbiyah Islamiyah) adalah pendidikan dan peningkatan diri atas adab, akhlak, patuh akan syariat dan jauh akan larangannya. Mengikuti kata hati berdasarkan rasa tanggung jawab terhadap Dinnya serta rasa cinta pada Allah SWT. dan Rasulnya SAW. juga berkhidmat dengan cara yang benar pada umat sembari memasyarakatkan kebaikan dan menepis kehinaan dan kerendahan moral.  Pendidikan islam pada dasarnya merupakan suatu proses pengembangan tingkat kec...

Paskibra Siap Mental, Siap Fisik

Pecangaan-Anggota Pasukan Pengibar Bendera tahun ini harus siap mental fisik. Hal itulah yang di ungkapkan Pelda Sudadi anggota Koramil Kecamatan Pecangaan saat memandu latihan pemantapan Paskibra Kecamatan Pecangaan, hari Rabu, (15/08). Sudadi, mengatakan anggota Paskibra harus dapat mengatur waktu istirahat dengan baik agar saat pelaksanaan nanti kondisi kesehatan masih bisa stabil. “Anggota Paskibra harus bisa memanfaatkan waktu dengan baik, selain sekarang masih musim kemarau juga tepat pada bulan puasa,” Katanya. Beliau menjelaskan untuk memperkenalkan medan, dirinya mengajak anggota Paskibra untuk latihan setiap pagi langsung di lapangan. “Latihan pagi hari ini tujuannya adalah agar anggota Paskibra terbiasa dengan kondisi cuaca yang panas seperti ini karena pada saat pelaksanaan nanti kondisinya juga tidak jauh beda,” Jelasnya. Sudadi, menghimbau kepada seluruh peserta untuk tidak terlalu banyak main-main dan tidur malam. “Kami berharap semua peserta untuk dapat menja...