Langsung ke konten utama

Sebelum di Lantik, Anggota PMR Datangi Polsek Pecangaan

Foto Bersama Anggota PMR dengan Polisi

Jepara-Palang Merah Remaja (PMR) Wira Yudha Utama Madrasah Aliyah Walisongo Pecangaan, mendatangi kantor kepolisian sektor (Polsek) Kecamatan Pecangaan pada Senin (25/06). Acara tersebut merupakan salah satu kegiatan dalam rangkaian pelantikan anggota PMR.

Husnul Huluq, pembinan Palang Merah Remaja (PMR) Wira Yudha Utama MA Walisongo Pecangaan mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pendidikan kelalu lintasan kepada para anggota PMR yang akan segera di lantik.

“Pada masa sekarang kebanyakan kecelakaan terjadi di jalan, sehingga penguasaan ke lalu lintasan mutlak di perlukan sebagai seorang penolong,” katanya.


Dia menambahkan bahwa selain harus menguasai kelalu lintasan dengan baik, seorang PMR juga wajib menguasai materi-materi yang telah di ajarkan seperti pertolongan pertama (PP) dan pertolongan keluarga (PK).

“Kalau hanya menguasai kelalu lintasan saja itu belum dapat dikatakan sebagai seorang PMR, dia wajib menguasai cara menolongan korban kecelakaan, mengkampayekan pola hidup sehat dan dapat menciptakan kehidupan yang sehat di lingkungan keluarga maupun sekolah,” tambahnya.

Huluq, berharap dengan dilantinya PMR ini akan menambah jumlah orang yang suka menolong terhadap sesama manusia.

“Tugas mulia dari seorang PMR adalah dapat menolong seseorang dengan ikhlas tanpa mengharap imbalan suatu apapun,” harap Husnul Huluq di sela-sela kegiatan.

Djimin Susanto, anggota kepolisian sektor (Polsek) Kecamatan Pecangaan mengapresiasi anggota PMR MA Walisongo yang telah memberanikan diri mendatangi Polsek dan melakukan observasi lalu lintas.

“Pendidikan kelalu lintasan mutlak di perlukan terhadap semua masyarakat, tanpa kecuali anak remaja. Sehingga langkah PMR ini perlu di jadikan suri tauladan,” katanya.

Beliau berharap kepada Palang Merah Remaja MA Walisongo untuk dapat menjalin kerjasama dengan baik agar kegiatan sosialisasi kelalu lintasan dapat terealisasi tepat sasaran.

“Tanpa kerjasama yang baik terhadap semua elemen masyarakat saya tidak nyakin kegiatan sosialisasi peraturan lalulintas dapat berjalan dengan baik dan sesuai deengan yang kami targetkan,” harap Djimin. (Rif’ul Mazid Maulana)

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Desa Troso

Sejarah Desa Troso tidak dapat di pisahkan dari peristiwa peperangan antara Sultan Hadirin dengan Arya Penangsang yang terjadi di sebuah daerah di Kabupaten Kudus. Pada peperangan tersebut Sultan Hadirin terbunuh oleh Arya Panangsang. Sultan Hadirin merupakan suami dari Ratu Kaliyamat adipati Jepara. Selanjutnya, jenazah Sultan Hadirin dibawa dari Kudus ke Jepara dengan cara dipikul oleh orang (Pengikutnya). Singkat cerita, ketika para pemikul jenazah sampai di suatu tempat, mereka telah menghirup bau yang busuk, dalam bahasa jawa berarti “Purwo” yang berarti permulaan dan “Gondo” yang berarti bau busuk. Sehingga daerah tersebut sekarang di beri nama Desa Purwogondo. Sesampainya di Pecangaan para pemikul jenazah tersebut sudah sangat lelah, namun karena itu menjadi suatu pengabdian kepada Pupundennya (Orang yang sangat di hormati) hal tersebut tetap di laksanakan.

Pendidikan Islam Dulu Dan Kini

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Seorang pakar pendidikan Islam berdarah hadrami, al Habib Abu Bakar al Masyhur al Adni, Pendidikan Islam (Tarbiyah Islamiyah) adalah pendidikan dan peningkatan diri atas adab, akhlak, patuh akan syariat dan jauh akan larangannya. Mengikuti kata hati berdasarkan rasa tanggung jawab terhadap Dinnya serta rasa cinta pada Allah SWT. dan Rasulnya SAW. juga berkhidmat dengan cara yang benar pada umat sembari memasyarakatkan kebaikan dan menepis kehinaan dan kerendahan moral.  Pendidikan islam pada dasarnya merupakan suatu proses pengembangan tingkat kec...

Paskibra Siap Mental, Siap Fisik

Pecangaan-Anggota Pasukan Pengibar Bendera tahun ini harus siap mental fisik. Hal itulah yang di ungkapkan Pelda Sudadi anggota Koramil Kecamatan Pecangaan saat memandu latihan pemantapan Paskibra Kecamatan Pecangaan, hari Rabu, (15/08). Sudadi, mengatakan anggota Paskibra harus dapat mengatur waktu istirahat dengan baik agar saat pelaksanaan nanti kondisi kesehatan masih bisa stabil. “Anggota Paskibra harus bisa memanfaatkan waktu dengan baik, selain sekarang masih musim kemarau juga tepat pada bulan puasa,” Katanya. Beliau menjelaskan untuk memperkenalkan medan, dirinya mengajak anggota Paskibra untuk latihan setiap pagi langsung di lapangan. “Latihan pagi hari ini tujuannya adalah agar anggota Paskibra terbiasa dengan kondisi cuaca yang panas seperti ini karena pada saat pelaksanaan nanti kondisinya juga tidak jauh beda,” Jelasnya. Sudadi, menghimbau kepada seluruh peserta untuk tidak terlalu banyak main-main dan tidur malam. “Kami berharap semua peserta untuk dapat menja...