Langsung ke konten utama

MA Walisongo Adakan Study Tour ke Teluk Awur

Foto Bersama Siswa MA Walisongo Pecangaan
Pecangaan-Peserta didik Madrasah Aliyah Walisongo Pecangaan mengadakan study tour ke Teluk Awur Kabupaten Jepara pada selasa (06/11). Kegiatan yang bertujuan untuk mengaplikasikan mata pelajaran Biologi tersebut di ikuti oleh puluhan peserta didik (X B), sekolah tersebut.

Mukhlisin, S.Pd, M.Sc guru pengampu mata pelajaran Biologi mengatakan bahwa study tour tersebut merupakan programnya dalam mengembangkan pemahaman siswa. “Tahun kemaren kami juga telah mengadakan kegiatan serupa dan hasilnya sangat mendukung pemahaman siswa dalam pembelajaran,” katanya.

Selain itu, dia menjelaskan, study tour tersebut merupakan bentuk kegiatan Pakem yang selama ini di terapkan di Madrasah Aliyah Walisongo Pecangaan. “Pendidikan tidak harus selalu di kelas, hal seperti ini justru menambah pengalaman dan pemahaman siswa serta membuat siswa menjadi senang,” jelasnya.

Pada kegiatan tersebut peserta didik MA Walisongo Pecangaan dikenalkan dengan ekosistem, hewan dan tumbuhan laut. “Di tempat ini kita amati tentang ekosistem, hewan dan tumbuhan laut, karena hal tersebut yang menjadi materi pembelajaran kami sekarang,” ungkap Muhklisin.

Dia berharap kegiatan serupa dapat diterapkan oleh seluruh pendidik di MA Walisongo. “Semoga kegiatan serupa dapat diterapkan oleh semua guru sehingga tujuan dari pendidikan yang menyenangkan dapat tercapai,” harapnya.

Senang
Maisa Laili Safitri (X B), peserta kegiatan tersebut mengaku senang karena dapat belajar sambil berwisata. “Saya sangat senang mengikuti kegiatan itu karena di sana selain belajar juga dapat menikmati pemandangan alam yang indah,” Katanya.

Dia menjelaskan bahwa dalam study tour tersebut dia dapat melihat alga hijau, rumput laut dan ubur-ubur secara langsung. “Biasanya dalam kelas kami hanya dapat melihat hewan-hewan tersebut berupa gambar namun disini kami melihat yang asli,” jelasnya
.
Dia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan kembali, “Semoga kegiatan tersebut tidak hanya sekali namun berkali-kali,” harapnya. (Rif’ul Mazid Maulana)

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan Islam Dulu Dan Kini

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Seorang pakar pendidikan Islam berdarah hadrami, al Habib Abu Bakar al Masyhur al Adni, Pendidikan Islam (Tarbiyah Islamiyah) adalah pendidikan dan peningkatan diri atas adab, akhlak, patuh akan syariat dan jauh akan larangannya. Mengikuti kata hati berdasarkan rasa tanggung jawab terhadap Dinnya serta rasa cinta pada Allah SWT. dan Rasulnya SAW. juga berkhidmat dengan cara yang benar pada umat sembari memasyarakatkan kebaikan dan menepis kehinaan dan kerendahan moral.  Pendidikan islam pada dasarnya merupakan suatu proses pengembangan tingkat kec...

Sejarah Desa Troso

Sejarah Desa Troso tidak dapat di pisahkan dari peristiwa peperangan antara Sultan Hadirin dengan Arya Penangsang yang terjadi di sebuah daerah di Kabupaten Kudus. Pada peperangan tersebut Sultan Hadirin terbunuh oleh Arya Panangsang. Sultan Hadirin merupakan suami dari Ratu Kaliyamat adipati Jepara. Selanjutnya, jenazah Sultan Hadirin dibawa dari Kudus ke Jepara dengan cara dipikul oleh orang (Pengikutnya). Singkat cerita, ketika para pemikul jenazah sampai di suatu tempat, mereka telah menghirup bau yang busuk, dalam bahasa jawa berarti “Purwo” yang berarti permulaan dan “Gondo” yang berarti bau busuk. Sehingga daerah tersebut sekarang di beri nama Desa Purwogondo. Sesampainya di Pecangaan para pemikul jenazah tersebut sudah sangat lelah, namun karena itu menjadi suatu pengabdian kepada Pupundennya (Orang yang sangat di hormati) hal tersebut tetap di laksanakan.

Tiga Calon Rektor Unnes 2014-2018

Dari Kiri : Supriadi Rustad, Fathur Rokhman, Suwito Eko Pramono  Badan Pekerja Senat Universitas Negeri Semarang (Unnes) tetapkan tiga calon dari lima bakal calon rektor, Rabu (18/6). Tiga calon tersebut adalah Supriadi Rustad, Fathur Rokhman, dan Suwito Eko Pramono. Sebelumnya, telah ditetapkan lima bakal calon, kelimanya adalah Achmad Rifai RC (FIP), Fathur Rokhman  (FBS), Martitah (FH), Supriadi Rustad (FMIPA), dan Suwito Eko Pramono. Penetapan calon Rektor Unnes periode 2014-2018 tersebut diawali oleh pemaparan visi, misi dan tanggapan dari masing-masing bakal calon.