Langsung ke konten utama

Album Ketiga Jawaso “Seruan Illahi” Diluncurkan

Kiri : Muhammad Muftil Umam dan Abdullah Karim
Jepara-Jamiyyah Shalawat Walisongo (Jawaso) belum lama ini meluncurkan album ketiganya yang bertajuk Seruan Ilahi. Album tersebut merupakan bukti eksistensi Jawaso dalam menyerukan gema shalawat di Kabupaten Jepara. Abdullah Karim, perintis grup rebana mengatakan mulai tahun 2010-2012 sudah 3 album yang Jawaso luncurkan. Ketiga album tersebut adalah Pujaanku (2010), Anugerah (2011) dan Seruan Illahi (2012).

Karim menerangkan pada album ketiga tersebut ada depalan lagu yang semuanya hasil ciptaan anggota Jawaso. “Meski sudah ada lirik arabnya dalam kitab namun semua lagu nadanya kami aransemen ulang,” terangnya.

8 lagu tersebut adalah Utamanya Sholawat (Asraf), Ahli Nabi (Karim), Annabi (Asraf), Tuhan Kami (Karim), Kalimat Tauhid (Karim), Asyik (Karim) Cahaya Nabi (Arul) dan Bersholawatlah (Faiz).



Proses penggarapan album ketiga tersebut memakan waktu yang tidak singkat. Hampir 2 bulan terakhir ini semua personil Jawaso yang mayoritas peserta didik MA Walisongo Pecangaan giat untuk berlatih.

“Proses awal penyusunan nada lagu dimulai bulan September baru pada akhir Oktober ini dilakukan perekaman,” jelas Karim.

Musyaifin, ketua Jawaso menargetkan tahun depan pihaknya mengeluarkan album kembali. “Target kami sekarang adalah agar jamiyyah ini semakin dikenal orang dan diberikan kesempatan untuk menggemakan shalawat,” ungkapnya. (Rif’ul Mazid Maulana/qim)

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan Islam Dulu Dan Kini

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Seorang pakar pendidikan Islam berdarah hadrami, al Habib Abu Bakar al Masyhur al Adni, Pendidikan Islam (Tarbiyah Islamiyah) adalah pendidikan dan peningkatan diri atas adab, akhlak, patuh akan syariat dan jauh akan larangannya. Mengikuti kata hati berdasarkan rasa tanggung jawab terhadap Dinnya serta rasa cinta pada Allah SWT. dan Rasulnya SAW. juga berkhidmat dengan cara yang benar pada umat sembari memasyarakatkan kebaikan dan menepis kehinaan dan kerendahan moral.  Pendidikan islam pada dasarnya merupakan suatu proses pengembangan tingkat kec...

Sejarah Desa Troso

Sejarah Desa Troso tidak dapat di pisahkan dari peristiwa peperangan antara Sultan Hadirin dengan Arya Penangsang yang terjadi di sebuah daerah di Kabupaten Kudus. Pada peperangan tersebut Sultan Hadirin terbunuh oleh Arya Panangsang. Sultan Hadirin merupakan suami dari Ratu Kaliyamat adipati Jepara. Selanjutnya, jenazah Sultan Hadirin dibawa dari Kudus ke Jepara dengan cara dipikul oleh orang (Pengikutnya). Singkat cerita, ketika para pemikul jenazah sampai di suatu tempat, mereka telah menghirup bau yang busuk, dalam bahasa jawa berarti “Purwo” yang berarti permulaan dan “Gondo” yang berarti bau busuk. Sehingga daerah tersebut sekarang di beri nama Desa Purwogondo. Sesampainya di Pecangaan para pemikul jenazah tersebut sudah sangat lelah, namun karena itu menjadi suatu pengabdian kepada Pupundennya (Orang yang sangat di hormati) hal tersebut tetap di laksanakan.

Tiga Calon Rektor Unnes 2014-2018

Dari Kiri : Supriadi Rustad, Fathur Rokhman, Suwito Eko Pramono  Badan Pekerja Senat Universitas Negeri Semarang (Unnes) tetapkan tiga calon dari lima bakal calon rektor, Rabu (18/6). Tiga calon tersebut adalah Supriadi Rustad, Fathur Rokhman, dan Suwito Eko Pramono. Sebelumnya, telah ditetapkan lima bakal calon, kelimanya adalah Achmad Rifai RC (FIP), Fathur Rokhman  (FBS), Martitah (FH), Supriadi Rustad (FMIPA), dan Suwito Eko Pramono. Penetapan calon Rektor Unnes periode 2014-2018 tersebut diawali oleh pemaparan visi, misi dan tanggapan dari masing-masing bakal calon.