Langsung ke konten utama

Wisudawan Se YPI Walisongo Adakan Gladi bersih

Jepara-Jelang Muwaddaah bersama se Yayasan Pendidikan Islam Walisongo Pecangaan, Wisudawan dari MTs, SMP, MA, SMA dan MA Walisongo Pecangaan mengadakan gladi  bersih pada, Sabtu (26/05). Muwaddaah bersama tersebut akan di gelar pada besok hari Ahad, (27/05).

Drs Rohmadi AF, koordinator acara dalam pengarahannya mengatakan bahwa gladi bersih sangat di perlukan untuk menunjang kesiapan acara besok pagi. 

“Gladi bersih ini bertujuan untuk memberikan gambaran kegiatan kepada semua wisudawan agar besok pagi kegiatan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan yang di rencanakan,” katanya.

Rohmadi, menjelaskan banyak tehnis acara yang beda dengan muwaddaah sebelumnya sehingga harus dijelaskan secara detail kepada wisudawan.

“Baru pertama kali ini YPI Walisongo menggadakan muwaddaah bersama sehingga masih banyak tehnis kegiatan yang belum di ketahui oleh wisudawan,” jelas Rohmadi.

Beliau mengharapkan kepada seluruh wisudawan untuk dapat mensukseskan jalannya muwaddaah bersama tersebut.

“Meskipun muwaddah bersama ini beru pertama kali diadakan namun kami berharap pastisipasi dari semua pihak untuk mendukung berjalannya kegiatan,” harap Rohmadi.

Gembira
Nikmatul Munafiah, wisudawan dari MTs Walisongo Pecangaan mengatakan bahwa hatinya gembira karena akan di wisuda.

“Yang saya rasakan sekarang adalah gembira campur sedih. Gembira karena akan segera di wisuda, sedih karena sebentar lagi akan berpisah dengan teman-teman,” kata Nikmah kepada wartawan.

Lain dengan Darl Fikr Sabilul Illiyin yang juga dari MTs Walisongo, dia mengaku cemas karena hasil Ujian Nasionalnya belum di umumkan.

“Saya masih cemas karena belum di umumkan hasil UN saya sehingga masih berharap-harap cemas,” akunya. (Rif’ul Mazid Maulana)

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Desa Troso

Sejarah Desa Troso tidak dapat di pisahkan dari peristiwa peperangan antara Sultan Hadirin dengan Arya Penangsang yang terjadi di sebuah daerah di Kabupaten Kudus. Pada peperangan tersebut Sultan Hadirin terbunuh oleh Arya Panangsang. Sultan Hadirin merupakan suami dari Ratu Kaliyamat adipati Jepara. Selanjutnya, jenazah Sultan Hadirin dibawa dari Kudus ke Jepara dengan cara dipikul oleh orang (Pengikutnya). Singkat cerita, ketika para pemikul jenazah sampai di suatu tempat, mereka telah menghirup bau yang busuk, dalam bahasa jawa berarti “Purwo” yang berarti permulaan dan “Gondo” yang berarti bau busuk. Sehingga daerah tersebut sekarang di beri nama Desa Purwogondo. Sesampainya di Pecangaan para pemikul jenazah tersebut sudah sangat lelah, namun karena itu menjadi suatu pengabdian kepada Pupundennya (Orang yang sangat di hormati) hal tersebut tetap di laksanakan.

Pendidikan Islam Dulu Dan Kini

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Seorang pakar pendidikan Islam berdarah hadrami, al Habib Abu Bakar al Masyhur al Adni, Pendidikan Islam (Tarbiyah Islamiyah) adalah pendidikan dan peningkatan diri atas adab, akhlak, patuh akan syariat dan jauh akan larangannya. Mengikuti kata hati berdasarkan rasa tanggung jawab terhadap Dinnya serta rasa cinta pada Allah SWT. dan Rasulnya SAW. juga berkhidmat dengan cara yang benar pada umat sembari memasyarakatkan kebaikan dan menepis kehinaan dan kerendahan moral.  Pendidikan islam pada dasarnya merupakan suatu proses pengembangan tingkat kec...

Paskibra Siap Mental, Siap Fisik

Pecangaan-Anggota Pasukan Pengibar Bendera tahun ini harus siap mental fisik. Hal itulah yang di ungkapkan Pelda Sudadi anggota Koramil Kecamatan Pecangaan saat memandu latihan pemantapan Paskibra Kecamatan Pecangaan, hari Rabu, (15/08). Sudadi, mengatakan anggota Paskibra harus dapat mengatur waktu istirahat dengan baik agar saat pelaksanaan nanti kondisi kesehatan masih bisa stabil. “Anggota Paskibra harus bisa memanfaatkan waktu dengan baik, selain sekarang masih musim kemarau juga tepat pada bulan puasa,” Katanya. Beliau menjelaskan untuk memperkenalkan medan, dirinya mengajak anggota Paskibra untuk latihan setiap pagi langsung di lapangan. “Latihan pagi hari ini tujuannya adalah agar anggota Paskibra terbiasa dengan kondisi cuaca yang panas seperti ini karena pada saat pelaksanaan nanti kondisinya juga tidak jauh beda,” Jelasnya. Sudadi, menghimbau kepada seluruh peserta untuk tidak terlalu banyak main-main dan tidur malam. “Kami berharap semua peserta untuk dapat menja...