Langsung ke konten utama

PIK Remaja MA Walisongo Gelar Seminar

Jepara-Pusat Informasi dan Konseling remaja (PIK Remaja) “Citra Remaja” Madrasah Aliyah Walisongo Pecangaan mengadakan seminar kesehatan remaja, pada Ahad (13/05) kemaren. Kegiatan tersebut di pusatkan di Aula sekolah setempat.

Frida Yoana, ketua kegiatan tersebut mengatakan bahwa kegiatan itu bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada semua pengurus KRR sebelum menjalani tugasnya sebagai seorang konselor.

“Seminar KRR ini merupakan bentuk pembekalan kami kepada semua pengurus sebelum nanti menjadi konselor sebaya,” Katanya.


Dia menjelaskan bahwa materi yang di ajarkan diantaranya adalah tentang NAPZA, Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) dan HIV/Aids.

“Materi tersebut merupakan materi dasar yang harus dikuasai untuk dapat menjadi konselor sebaya,” jelas Frida Yoana.

Pelatihan yang bertajuk ‘Goes to smart and Healthy Youth’ tersebut dipandu langsung oleh Supriyadi dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BP2KB) Kabupaten Jepara.

Supriyadi, mengungkapkan tingkat kenakalan remaja dari tahun ke tahun terus meningkat sehingga pelatihan seperti itu di harapkan dapat menekan angka kenakalan remaja.

‘Kenalakan remaja di kabupaten Jepara, mulai dari penyalahgunaan obat-obatan terlarang hingga seks bebas terus meningkat sehingga kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan untuk membentuk jiwa muda yang sadar,” ungkap Supriyadi.

Pada kegiatan tersebut juga diadakan Sertijab antara pengurus terdahulu yang di wakili oleh ketuanya Niswatur Rohmah dan pengurus baru yang di wakili oelh ketua terkait Nur Hidayah.

Niswatur Rohma, Ketua PIK Remaja MA Walisongo terdahulu mengharapkan kepada semua pengurus yang baru untuk dapat merumuskan program kerja yang jelas.

“Kami berharap kepada pengurus yang baru untuk dapat menentukan arahnya kedepan sehingga PIK Remaja MA Walisongo dapat menjadi yang terbaik,” Harapnya. (Rif’ul Mazid Maulana)



Postingan populer dari blog ini

Sejarah Desa Troso

Sejarah Desa Troso tidak dapat di pisahkan dari peristiwa peperangan antara Sultan Hadirin dengan Arya Penangsang yang terjadi di sebuah daerah di Kabupaten Kudus. Pada peperangan tersebut Sultan Hadirin terbunuh oleh Arya Panangsang. Sultan Hadirin merupakan suami dari Ratu Kaliyamat adipati Jepara. Selanjutnya, jenazah Sultan Hadirin dibawa dari Kudus ke Jepara dengan cara dipikul oleh orang (Pengikutnya). Singkat cerita, ketika para pemikul jenazah sampai di suatu tempat, mereka telah menghirup bau yang busuk, dalam bahasa jawa berarti “Purwo” yang berarti permulaan dan “Gondo” yang berarti bau busuk. Sehingga daerah tersebut sekarang di beri nama Desa Purwogondo. Sesampainya di Pecangaan para pemikul jenazah tersebut sudah sangat lelah, namun karena itu menjadi suatu pengabdian kepada Pupundennya (Orang yang sangat di hormati) hal tersebut tetap di laksanakan.

Pendidikan Islam Dulu Dan Kini

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Seorang pakar pendidikan Islam berdarah hadrami, al Habib Abu Bakar al Masyhur al Adni, Pendidikan Islam (Tarbiyah Islamiyah) adalah pendidikan dan peningkatan diri atas adab, akhlak, patuh akan syariat dan jauh akan larangannya. Mengikuti kata hati berdasarkan rasa tanggung jawab terhadap Dinnya serta rasa cinta pada Allah SWT. dan Rasulnya SAW. juga berkhidmat dengan cara yang benar pada umat sembari memasyarakatkan kebaikan dan menepis kehinaan dan kerendahan moral.  Pendidikan islam pada dasarnya merupakan suatu proses pengembangan tingkat kec...

Paskibra Siap Mental, Siap Fisik

Pecangaan-Anggota Pasukan Pengibar Bendera tahun ini harus siap mental fisik. Hal itulah yang di ungkapkan Pelda Sudadi anggota Koramil Kecamatan Pecangaan saat memandu latihan pemantapan Paskibra Kecamatan Pecangaan, hari Rabu, (15/08). Sudadi, mengatakan anggota Paskibra harus dapat mengatur waktu istirahat dengan baik agar saat pelaksanaan nanti kondisi kesehatan masih bisa stabil. “Anggota Paskibra harus bisa memanfaatkan waktu dengan baik, selain sekarang masih musim kemarau juga tepat pada bulan puasa,” Katanya. Beliau menjelaskan untuk memperkenalkan medan, dirinya mengajak anggota Paskibra untuk latihan setiap pagi langsung di lapangan. “Latihan pagi hari ini tujuannya adalah agar anggota Paskibra terbiasa dengan kondisi cuaca yang panas seperti ini karena pada saat pelaksanaan nanti kondisinya juga tidak jauh beda,” Jelasnya. Sudadi, menghimbau kepada seluruh peserta untuk tidak terlalu banyak main-main dan tidur malam. “Kami berharap semua peserta untuk dapat menja...