Langsung ke konten utama

Hari Ini Masyarakat Jepara Coblos Cabup & Cawabup

JEPARA – Masyarakat Kabupaten Jepara pada hari ini Ahad (29/01) mempunyai khajad besar yaitu memilih Bupati dan Wakil Bupati untuk masa periode lima tahun kedepan.

Warga Bumi Kartini mendapatkan kesempatan untuk menggunakan hak suara dari pukul 07.00 hingga 13.00 di 1.733 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 16 kecamatan.

Dari data yang di keluarkan Suara Merdeka, Muslim Aisha ketua penyelenggara Pilkada Jepara tahun 2012 berharap kepada masyarakat, pada hari pencoblosan ini bisa menggunakan hak pilih untuk memilih salah satu dari empat pasangan calon pemimpin. Keempat pasangan calon itu adalah Marzuqi-Subroto (nomor 1), Khaeron Syariefudin-Ahmad Jaífar (2), Nur Yahman-Aris Isnandar (3), dan Yuli Nugroho-Nuruddin Amin (4).

”Kami ucapkan selamat mencoblos kepada warga Jepara. Kami berharap warga berbondong-bondong ke TPS. Kami juga mengimbau warga untuk menjaga kondusivitas seperti menghindari kekerasan dan hal-hal yang tidak sesuai dengan perundang-undangan,” kata Muslim, ketika ditemui setelah rapat di KPU, kemarin.

Rapat itu membahas perubahan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yang sudah dirilis pada Desember 2011. Dalam rapat tersebut terjadi perubahan DPT. Semula jumlahnya 821.316 pemilih, kini 824.909. Penambahannya 3.593 pemilih yang tersebar di 16 kecamatan.

Penambahan terbanyak terjadi di Kecamatan Welahan, 560 pemilih, paling sedikit Kecamatan Karimunjawa, 5 pemilih.

Pengamanan

Muslim menjelaskan, penambahan itu berasal dari warga yang namanya tercantum dalam daftar pemilih atau daftar pemilih sementara (DPS) atau daftar pemilih tambahan. Proses pendataan warga yang belum masuk terus dilakukan setelah dirilis DPT hingga H-1 pencoblosan.

”Jadi, berdasarkan laporan, setiap kecamatan ada tambahan pemilih dan mereka sudah dapat surat undangan atau C6 dan kartu pemilih,” terang Muslim.

Dia menambahkan, acuan yang digunakan adalah Pasal 17a PKPU 15 Tahun 2010 tentang Perubahan PKPU 72 Tahun 2009 tentang Pedoman Tata Cara Pemungutan dan Penghitungan Suara. Inti dari pasal itu, pemilih yang tidak terdaftar dalam DPT tetapi namanya tercantum dalam DP/DPS dapat memberikan suaranya di TPS.

Muslim juga menjelaskan proses penghitungan sementara yang akan dilakukan KPU setelah pencoblosan dengan basis layanan pesan singkat atau SMS. Penghitungan sementara dilakukan setelah selesai proses pencoblosan pada 29 Januari hingga pukul 21.00. Data yang dimasukkan berasal dari 75%TPS yang ada.

Kapolres Jepara AKBP DR Bakharuddin MS melalui Kabag Ops Kompol Juara Silalahi menjelaskan, polisi yang dikerahkan di lapangan 310 personel dan yang bersiap.

Sumber : http://suaramerdeka.com

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Desa Troso

Sejarah Desa Troso tidak dapat di pisahkan dari peristiwa peperangan antara Sultan Hadirin dengan Arya Penangsang yang terjadi di sebuah daerah di Kabupaten Kudus. Pada peperangan tersebut Sultan Hadirin terbunuh oleh Arya Panangsang. Sultan Hadirin merupakan suami dari Ratu Kaliyamat adipati Jepara. Selanjutnya, jenazah Sultan Hadirin dibawa dari Kudus ke Jepara dengan cara dipikul oleh orang (Pengikutnya). Singkat cerita, ketika para pemikul jenazah sampai di suatu tempat, mereka telah menghirup bau yang busuk, dalam bahasa jawa berarti “Purwo” yang berarti permulaan dan “Gondo” yang berarti bau busuk. Sehingga daerah tersebut sekarang di beri nama Desa Purwogondo. Sesampainya di Pecangaan para pemikul jenazah tersebut sudah sangat lelah, namun karena itu menjadi suatu pengabdian kepada Pupundennya (Orang yang sangat di hormati) hal tersebut tetap di laksanakan.

Paskibra Siap Mental, Siap Fisik

Pecangaan-Anggota Pasukan Pengibar Bendera tahun ini harus siap mental fisik. Hal itulah yang di ungkapkan Pelda Sudadi anggota Koramil Kecamatan Pecangaan saat memandu latihan pemantapan Paskibra Kecamatan Pecangaan, hari Rabu, (15/08). Sudadi, mengatakan anggota Paskibra harus dapat mengatur waktu istirahat dengan baik agar saat pelaksanaan nanti kondisi kesehatan masih bisa stabil. “Anggota Paskibra harus bisa memanfaatkan waktu dengan baik, selain sekarang masih musim kemarau juga tepat pada bulan puasa,” Katanya. Beliau menjelaskan untuk memperkenalkan medan, dirinya mengajak anggota Paskibra untuk latihan setiap pagi langsung di lapangan. “Latihan pagi hari ini tujuannya adalah agar anggota Paskibra terbiasa dengan kondisi cuaca yang panas seperti ini karena pada saat pelaksanaan nanti kondisinya juga tidak jauh beda,” Jelasnya. Sudadi, menghimbau kepada seluruh peserta untuk tidak terlalu banyak main-main dan tidur malam. “Kami berharap semua peserta untuk dapat menja...

Hakim Harus Berpihak Pada Kelestarian Pegunungan Kendeng. Kenapa?

Puluhan perempuan warga Rembang berkebaya, bersama dengan puluhan mahasiswa dari Universitas Semarang, Universitas Diponegoro dan Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang serta aliansi mahasiswa di Semarang dan Yogyakarta melakukan aksi dari Museum Ronggowarsito ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis (02/04/2015). Sambil membawa spanduk bertuliskan “Jawa Krisis Air dan Jawa Tengah Darurat Tambang”, mereka melakukan aksi di depan PTUN, menolak pendirian pabrik dan penambangan PT. Semen Indonesia, bertepatan dengan lanjutan sidang gugatan warga Rembang kepada Gubernur Jawa Tengah yang memberikan ijin lingkungan untuk penambangan kepada PT Semen Gresik (Persero) Tbk, sekarang PT Semen Indonesia. Warga Rembang dan koalisi mahasiswa melakukan aksi menyuarakan bahwa Jawa Tengah darurat tambang dan penolakan pertambangan PT Semen Indonesia di kawasan Pegunungan Kendeng, Rembang, Jawa Tengah. Foto : Tommy Apriando Warga Rembang dan koalisi mahasiswa ...